TITIKTEMU.CO SEMARANG – Pengakuan mengejutkan disampaikan Sugiono alias Babi, tersangka penembakan istri anggota TNI di Semarang.
Diungkapkan oleh Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi saat jumpa pers, Senin (25/7/2022), sebulan sebelum penembakan Rina Wulandari, Kopral Muslimin sudah meminta Babi untuk meracun Rina Wulandari. Jumpa pers itu diliput TV swasta.
Tak hanya itu, Babi juga diperintahkan untuk melakukan sandiwara pencurian di rumah Rina Wulandari, dimana targetnya adalah Rina Wulandari meninggal.
Begitu biadabnya Kopda Muslimin, Rina Wulandari bahkan mau disantet juga. Sebelum akhirnya ditembak. Kasus penembakan kepada Rina Wulandari itu terjadi di perumahan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (18/7/2022).
Baca Juga: Kemenag : 67 Jamaah Haji Indonesia Wafat di Tanah Suci. Lebih Rendah dari Tahun Sebelumnya
Atas penembakan itu, Rina Wulandari dalam keadaan terluka, namun masih bisa diselamatkan dan kemudian dirawat di rumah sakit.
"Ini keterangan ya, belum kita crosscheck. Dia (Kopda Muslimin) sudah memerintahkan ekskutor untuk meracun istrinya. yang kedua mencuri, jadi pura-pura mencuri. Yang jelas targetnya istrinya itu mati. kemudian yang ketiga dia menggunakan santet," jelas Ahmad Luthfie.
“Mbelani pacare, sampai istrinya ditembak,” tambahnya.
Untuk misi pembunuhan istrinya itu, Kopda Muslimin sampai menggelar rapat pematangan strategi bersama para eksekutor dan pengawas.
"Itu bagian dari proses pada saat janji hari pelaksanaan eksekusi," jelas Ahmad Luthfi. Keterangan-keterangan itu didapat dari para eksekutor yang tertangkap. Sedangkan Kopda Muslimin sendiri berhasil melarikan diri.
Para pelaku penembakan Rina Wulandari itu mengaku disuruh Kopda Muslimin. Saat kejadian, penembakan tidak membuat Rina Wulandari tewas. Sehingga, lewat telepon, Kopda Muslimin memerintahkan agar dilakukan penembakan kedua. Namun, ternyata penembakan kedua juga tak membuat Rina Wulandari kehilangan nyawa.
Baca Juga: Panglima TNI: Kopda M Jadi Dalang Penembakan Istrinya, Kini Buron akan Terus Dikejar
Para pelaku suruhan Kopda Muslimin itu sudah ditangkap polisi. Antara lain Sugiono alias Babi sebagai eksekutor. Selain itu ada Ponco AJi Nugroho yang satu motor dengan Sugiono. Supriono dan Agus Sasntoso yang juga naik motor bertindak sebagai pengawas. Sedangkan Dwi Sulistyo merupakan pemasok senjata apu yang diduga rakitan.
Artikel Terkait
Baku Tembak Antar Polisi: Ada Laporan Percobaan Pembunuhan dan Ancaman Kekerasan Terhadap Perempuan
IJTI Minta Polri Tangkap dan Hukum Pelaku yang Intimidasi Jurnalis Saat Meliput Kasus Penembakan Brigadir J
Ungkap Pelaku Penembakan Istri Anggota TNI di Semarang, Polisi Bentuk Tim Gabungan
Kasus Baku Tembak Polisi: Karo Paminal Divisi Propam Polri dan Kapolres Jakarta Selatan Dinonaktifkan
Nah CCTV Baku Tembak Polisi di Rumah Kadiv Propam Ditemukan. Kasus Tewasnya Brigadir J Makin Benderang
Ada Motif Asmara Dibalik Kasus Penembakan Istri TNI di Semarang
Polri Tepis Berita Bharada E Telah Jadi Tersangka Kasus Penembakan Brigadir J