Pesantren Kilat Ramadhan Diikuti Ratusan Napi Lapas Kedungpane Semarang

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Senin, 4 April 2022 | 13:13 WIB
Ratusan narapidana Lapas Semarang mengikuti kegiatan pesantren kilat selama Bulan Ramadhan 1433 H. (pic. lapas semarang)
Ratusan narapidana Lapas Semarang mengikuti kegiatan pesantren kilat selama Bulan Ramadhan 1433 H. (pic. lapas semarang)

TITIKTEMU.CO SEMARANG – Selama bulan Ramadhan 1433 H Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang menggelar kegiatan Pesantren Kilat yang diikuti oleh 100 narapidana.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kalapas Semarang, Tri Saptono Sambudji di Masjid At Taubah Lapas Semarang, Senin (4/4).

Baca Juga: Sepuluh Perkara Penting yang Harus Diperhatikan di Bulan Puasa agar Ramadhan Produktif, Barokah dan Manfaat

Baca Juga: Penyelundupan Pil Koplo di Dalam Sayur dan Sambal Digagalkan Petugas Lapas Semarang

Kalapas menjelaskan pesantren ramadhan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan bagi narapidana, khususnya warga binaan yang beragama Islam serta memperkuat iman dan taqwa WBP sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat.

“Berbagai program pembinaan kerohanian telah dirancang dengan tujuan warga binaan bisa fokus untuk melaksanakan ibadah di bulan ramadhan,” jelas Tri Saptono.

Baca Juga: Doa Harian Ramadhan Hari ke-1 Hingga Hari ke-10, Amalkan Biar Puasa Tambah Sempurna

“Saya berharap dengan adanya pesantren ramadhan ini dapat menjadi bekal selama menjalani pidana di Lapas maupun saat bebas nanti,” tambahnya.

Lebih lanjut Kalapas menjelaskan, banyak kegiatan yang dilakukan disini, mulai giat sholat dhuha, bimbingan rohani islam, sholat dhuhur, ashar, maghrib , isya berjamaah, kajian tafsir, kajian tematik, buka puasa bersama, pesantren ramadhan, sholat tarawih dan tadarus alqur'an.

Setiap hari, selama kegiatan pesantren ramadhan ini selain dibimbing oleh petugas juga didampingi oleh warga binaan pilihan yang basicnya ahli dalam bidang agama.

Baca Juga: Bacaan Niat Puasa Ramadhan, Doa Sahur dan Buka Puasa, Muslim Wajib Tahu

Radinal salah satu napi kasus pembunuhan merasa bangga bisa ikut pesantren ramadhan.

“Disini saya dapat belajar untuk lebih memperdalam ilmu agama dan memperbanyak ibadah,” ujarnya.

Dengan mengikuti pesantren ramadhan ini, diharapkan warga binaan yang sebelumnya tidak bisa mengaji dapat belajar ngaji walau ditempuh dengan sangat singkat 2 (dua) minggu kedepan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: Lapas Semarang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X