Sindikat Pemalsu Kartu Prakerja, Bobol Jutaan Data Kependudukan, Rugikan Negara Milyaran Rupiah

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Selasa, 7 Desember 2021 | 21:15 WIB
Konferensi pers di Polda Jabar terkait sindikat pemalsu Kartu Prakerja (Humas Polda Jawa Barat)
Konferensi pers di Polda Jabar terkait sindikat pemalsu Kartu Prakerja (Humas Polda Jawa Barat)

TITIKTEMU.CO, Bandung - Polisi berhasil menangkap otak sindikat pemalsu kartu Prakerja hingga bikin negara rugi miliaran. Tersangka BY (26 tahun) ditangkap di Samarinda, Kalimantan Timur setelah buron beberapa hari.

Dengan ditangkapnya BY, maka jumlah tersangka sindikat pembuat kartu Prakerja menjadi lima orang.

Sebelumnya polisi telah menangkap empat pelaku lainnya berinisial AP, AE, RW, dan WG di Bandung.

Baca Juga: Mengenal 3 Pemeran Pacar Aduhai SpiderMan dan Gosip Cinta Lokasi Mereka

Direktur Reskrimsus Polda Jabar Kombes Pol Arief Rachman mengatakan, BY berperan sebagai hacker yang membobol database kependudukan untuk mendapatkan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) untuk mendaftar program kartu prakerja.

Tersangka BY yang menjadi otak sindikat pemalsu kartu Prakerja ini merupakan hacker lulusan Sekolah Tinggi Teknologi swasta di Samarinda.

"Dia lulusan sekolah tinggi teknologi. Dia menjadi otak dalam kasus ini," kata Arief kepada wartawan di Mapolda Jabar, Senin (6/12).

Baca Juga: Polri Siapkan Tim DVI dan Bantu Trauma Healing Korban Erupsi Gunung Semeru

Dari hasil penyidikan terungkap setiap anggota sindikat memiliki peran masing-masing.  Dengan bermodalkan kartu Prakerja fiktif, sindikat ini bisa membobol anggaran pemerintah yang disalurkan melalui Program Prakerja sebesar Rp 18 miliar.

Baca Juga: Sandiaga Uno: 12 Desa Wisata di Sekitar Gunung Semeru Rusak dan Tertutup Debu Vulkanik 

“Dia mengambil data yang ada di website BPJS Ketenagakerjaan yaitu NIK dan KK yang digunakan untuk mendaftar di kartu prakerja.” kata Arief.

Dia menegaskan bila data NIK dan KK itu didapat dari BPJS Ketenagakerjaan bukan website Dukcapil.

"Data kependudukan ini didapatkan dari scrapping random dari BPJS Ketenagakerjaan bukan dari Dukcapil tapi dari website tersebut. Ini jadi penekanan dan hasil penyidikan maksimal," tegas Arief.

Baca Juga: Piala AFF 2020: Indonesia Siapkan 30 Pemain ke Turnamen yang Akan Berlangsung di Singapura

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Humas Polda Jabar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X