TITIKTEMU.CO, Pasuruan - Aparat Polres Pasuruan bersama Polda Jawa Timur, masih mendalami kasus ledakan bondet (bom ikan) yang menewaskan dua orang dan melukai empat warga di Dusun Macan Putih, Desa Pekangkungan, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Sejumlah saksi terkait kasus tersebut merujuk pada aktivitas rutin pembuatan bondet di rumah Gofar (korban tewas) yang dipesan seseorang diduga dari luar jawa.
“Berdasar keterangan saksi Mahmudah dan Zaenab, bom ikan (bondet) tersebut diduga dipesan seorang laki laki berkulit hitam. Kemungkinan dari Luar Jawa, dan biasanya datang dengan istrinya berinisil Ry, penjual pakaian kredit,” ungkap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko, yang dikutip TITIKTEMU.CIO dari laman humas Polri.
Baca Juga: Ledakan Bom Ikan di Pasuruan Ternyata Lukai Bayi 6 Bulan
Si pemesan itu, tambah Gatot, kurang lebih setiap 3 hari sekali membawa satu kardus (dari rumah korban Gofar) yang diperkirakan berisi bom ikan (bondet).
Seperti diketahui, insiden ledakan bom ikan terjadi di Pasuruan, Jawa Timur pada Sabtu (10/9) pagi, sekitar pukul 08.00.
Insiden mengakibatkan Mat Shodig dan Gofar tewas dan 4 orang luka-luka, 4 korban lainnya mengalami luka, masing-masing M Imron (adik ipar Gofar), Feri (13), serta tetangga Gofar, Siti Khioriyah (45) dan Arik (6 bulan).
Baca Juga: Ledakan Bom Ikan Pasuruan Merupakan Kali Kedua Sejak Teror Bom 2018 Silam
Dampak ledakan juga mengakibatkan dua rumah hancur rata dengan tanah, dan dua rumah lainnya ambruk, serta beberapa rumah dekat lokasi mengalami rusak berat dan ringan.
Gatot Repli Handoko mengatakan, dari keterangan kedua saksi, Mahmudah dan Zaenab, Mat Shodiq diketahui hampir setiap hari mulai pukul 08.00 hingga duhur, bekerja di rumah Gofar membuat bom ikan (bondet) bersama dua pekerja lainya.
Bom ikan buatan Gofar tersebut setelah jadi, diambil oleh pemesan setiap tiga hari sekali.
Baca Juga: 2 Tewas dan 4 Rumah Hancur Akibat Ledakan Bom Ikan di Pasuruan
Sementara itu, barang bukti yang diamankan polisi dari TKP antara lain beberapa bendel kantong plastik (kresek) warna hitam, tumpukkan sobekan kertas yang diduga mengandung bahan peledak (mesiu).
“Usai kejadian, petugas langsung mendatangi lokasi, berkoordinasi dengan tim penjinak bom (jibom) gegana, identifikasi dan labfor Polda Jatim, guna melakukan olah TKP,” ujar Kabid Humas. ***
Artikel Terkait
Pabrik Kayu di Mojosongo Ludes Terbakar, Sempat Terdengar Ledakan
Ledakan Bom Ikan Pasuruan Merupakan Kali Kedua Sejak Teror Bom 2018 Silam