Namun, hingga saat ini sosok ibu penjual dawet tersebut masih belum ditemukan. “Suporternya sebelumnya udah pada minum (mabuk) semua, yang meninggal pun itu banyak yang berbau alkohol, yang saya tolong pun (Aremania) ternyata itu pemabuk,” kata ibu itu dalam bahasa Jawa, dilihat Kliktimes.com pada Selasa, 4 Oktober 2022.
“Nah si Pak Arif ini nolong (anak yang terjepit), tapi dipukuli kepalanya. Kenapa saya tahu? Karena saya selamatkan di toko saya, yang namanya Pak Arif ini. Polisi ini. Tak selamatkan. Malah saat itu dawetku iki, aku dodolan (jualan) dawet, kate dikeprukne. Yo aku, 'lho, iki
dawet mas, ojo, ojo, yo. Terus dideleh (diletakkan). Habis itu anak kecil ini sama Pak Arif ini diraupi, dicuci mukanya," ungkapnya.
"Ndek tokoku, mas. Dadi terus masuk. Diuber karo bocah sing iki mau, koyok jaran kepang kalap ngono kae. Dia sembarang wong digepuki, diantemi. Terus tambah lagi, tambah lagi, karena mereka mabuk. Dan banyak yang konsumsi obat terlarang. Gitu, lho," demikian narasi yang disampaikan suara perempuan penjual dawet yang viral itu.
Faktanya, menurut @aremania culture, di pintu 3 tidak ada yang jualan makanan yang ada di pintu 3 hanyalah toko mebel.
Bagaimana fakta sebenarnya tentang penjual dawet itu, biarlah polisi yang akan menyelidikinya. ***