TITIKTEMU.CO - CCTV menjadi sorotan utama ketika kasus pembunuhan Brigadir J terjadi. Masalahnya begitu dilakukan penyelidikan, didapati fakta bahwa CCTV di dekat rumah dinas Kadiv Propam hilang dan ada yang mati.
Belakangan beredar rekaman CCTV dari rumah Ferdy Sambo saat terjadinya penembakan terhadap Brigadir J. Namun Ahli Forensik Digital, Abimanyu Wahyuwidayat mengatakan rekaman kamera tersebut telah mengalami proses penyuntingan atau editing.
Baca Juga: DPR panggil Kapolri ke Senayan: Begini kronologi kasus pembunuhan Brigadir J
Terdapat beberapa kejanggalan yang diyakini oleh Abimanyu Wahyuwidayat. Berikut kejanggalan rekaman CCTV rumah Ferdy Sambo selengkapnya, menurut Ahli Forensik Digital Abimanyu Wahyuwidayat seperti dilansir twitter KompasTV:
- Gambar Mobil Sambo di Garasi
Abimanyu mengatakan ia melihat kendaraan warna hitam itu sudah terkompres warnanya.
"Ini bukan analisa saya saja, masyarakat juga melihat logikanya, bahwa sekarang dilihat kendaraan yang warna hitam itu kendaraannya terkompres," jelas Abimanyu dalam video yang ia sebarkan.
Baca Juga: Cacar Monyet Masuk Indonesia, Begini Cara Penularan dan Upaya Pencegahannya
- Format Rekaman Berbeda
Layar tampilan rekaman tersebut formatnya adalah 1:1. Seharusnya, layar CCTV memiliki format layar 4:3 atau 16:9. Bentuknya seharusnya persegi panjang, bukan persegi. Abimanyu meyakini terdapat area gambar yang telah dipotong.
3.Label Waktu Berukuran Kecil
Label waktu yang terdapat dalam rekaman tersebut terlihat sangat kecil. Dalam CCTV seharusnya label waktu sangat mudah terbaca. Artinya, time stamp itu hanyalah editan.