TITIKTEMU.CO SEMARANG - Fasilitasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk menyalurkan bakat bermain musik dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang.
Fasilitasi itu terwujud dengan terbentuknya Alpasis Band.
Kepala Lapas, Supriyanto mengatakan bahwa Alpasis Band ini merupakan sebuah singkatan dari Anak Lapas Berprestasi yang terbentuk sejak setahun lalu.
Baca Juga: Lagi, Petugas Gagalkan Upaya Penyelundupan Narkoba dari Luar Tembok Lapas Kedungpane Semarang
Baca Juga: Gandeng Dinkes Lapas Semarang Lakukan Tes HIV untuk Para Napi, Hasilnya?
Tujuannya adalah untuk mengasah bakat serta menyalurkan minat dan hobi WBP, khususnya dalam bermusik dan tarik suara.
"Ini merupakan salah satu wujud pembinaan dan rekreasional bagi WBP sehingga mereka dapat berkarya sambil berekspresi," terang Supriyanto.
"Selain itu juga untuk menggerakan dan mengarahkan warga binaan untuk selalu berkarya. Meskipun di balik teralis besi dengan kondisi terbatas, kreativitas tetap tanpa batas," tambahnya.
Baca Juga: Rakor Lintas Instansi di Kanwil Kemenkumham, Kondisi Lapas dan Rutan di Jateng Jadi Perhatian
Terbentuknya band itu berawal dari ide para narapidana yang sebelum tersandung kasus hukum mereka background nya adalah pemain musik.
Sehingga kemudian kreativitas itu disalurkan dengan membentuk grup band.
"Ketika mereka di luar sudah biasa bermusik, karena di dalam lapas itu bukan berarti mereka harus kehilangan kreativitasnya maka terbentuk band ini dengan anggota 15 personel dan latihan seminggu tiga kali," lanjut Supriyanto.
Baca Juga: Saat Petugas Lapas Semarang Dilatih Tim Damkar Jinakkan Si Jago Merah
Alpasis Band sudang sering tampil manggung.