TITIKTEMU.CO
JAKARTA, DKI – Komite Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, Banten, diungkap secara transparan. Komnas HAM juga menilai perlu investigasi dan evaluasi menyeluruh.
“Perlu ada evaluasi terkait kondisi lapas yang over kapasitas dan SOP kedaruratannya agar peristiwa serupa tidak terulang,” kata Komisioner Komnas HAM Hairansyah dalam keterangan pers tertulis, Kamis ( 9/8/2021).
Menurut Komnas HAM, pengungkapan insiden kebakaran ini harus diungkap secara transparan. Jika ditemukan unsur kelalaian atau kesengajaan harus ada pihak yang bertanggung jawab.
Seperti diketahui, kebakaran di Blok C2 Lapas Kelas 1Tangerang menewaskan 44 narapidana, sementara puluhan lainnya luka berat dan ringan. Petugas tidak bisa mengeluarkan seluruh napi dari kamar tahanan karena dikunci.
Baca Juga: Menkumham Yasonna: Lapas Tangerang Over Kapasitas
Blok C2 dihuni 122 narapidana. Menkumham Yasonna H Laoly menyebut daya tampung blok hanya sekitar 40 orang. Secara keseluruhan lapas juga over kapasitas dengan jumlah penghuni 2.069 orang.
Dari jumlah itu, 2.064 adalah narapidana dan 5 orang tahanan. Angka penghjuni 2.069 ini jauh melebihi kapasitas yang hanya 600 orang.
“Warga binaan lapas itu orang-orang yang sedang dirampas kemerdekaannya. Mereka berada dalam pengawasan dan tanggung jawab negara sehingga harus dipastikan kesehatan dan keselamatannya,” ujar Hairansyah.
Baca Juga: Lapas Kelas 1 Tangerang Kebakaran, 41 Napi Tewas
Dia menambahkan, untuk korban yang meninggal, Komnas HAM meminta pihak terkait segera melakukan identifikasi, dan memulangkan ke keluarganya. Sedangkan bagi korban luka, pemerintah bertanggung jawab merawat mereka.
“Untuk ini, Komnas HAM menyampaikan belasungkawa atas peristiwa kebakaran di Lapas Tangerang. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini,” kata Hairansyah.***
Diketahui, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten, terbakar Rabu (8/9/2021). Insiden ini menewaskan setidaknya 44 warga binaan akibat terjebak dalam sel tahanan yang terkunci.***