TITIKTEMU.CO-Publik dikejutkan dengan terungkapnya kasus praktik kecantikan ilegal yang melibatkan seorang finalis Puteri Indonesia 2024 asal Riau berinisial JRF.
Setelah ia diduga membuka klinik estetika dengan mengaku sebagai dokter meski tidak memiliki latar belakang pendidikan medis dan akhirnya menyebabkan sejumlah pasien mengalami kerusakan wajah hingga cacat permanen.
Kasus ini langsung menjadi sorotan karena pelaku dikenal sebagai figur publik dan memiliki citra glamor di media sosial, namun di balik itu diduga menjalankan praktik berisiko tinggi tanpa kompetensi resmi sebagaimana standar tenaga medis profesional.
Aparat kepolisian menyebut tersangka menjalankan usaha kecantikan dengan modal sertifikat pelatihan yang diperoleh pada tahun 2019, meski pelatihan tersebut sebenarnya diperuntukkan bagi kalangan medis yang memiliki dasar pendidikan kesehatan.
Fakta bahwa pelaku bisa mengikuti pelatihan tersebut diduga karena bantuan orang dalam menambah perhatian publik terhadap lemahnya pengawasan di sektor jasa kecantikan yang terus berkembang pesat.
Bermula dari Sertifikat, Berujung Klinik Sendiri
Berbekal sertifikat pelatihan dan akses yang dimiliki, JRF kemudian membuka tempat praktik bernama Arauna Beauty di kawasan Jalan Tengku Bey, Pekanbaru, dan menawarkan berbagai layanan kecantikan seperti tindakan estetika wajah yang biasanya hanya boleh dilakukan tenaga profesional berizin.
Dengan promosi aktif melalui media sosial, klinik tersebut berhasil menarik minat banyak pelanggan yang ingin mendapatkan perawatan cepat dengan hasil instan, apalagi sosok pemiliknya dikenal publik sehingga menambah rasa percaya calon pasien.
Baca Juga: Skill Keuangan yang Paling Dicari Perusahaan di 2026, Sudah Punya Belum?
Fenomena ini menunjukkan bagaimana citra populer dan branding digital sering kali lebih dipercaya dibanding verifikasi legalitas, padahal tindakan medis di bidang kecantikan menyangkut keselamatan tubuh dan kesehatan jangka panjang.
Di era media sosial, tampilan meyakinkan kadang lebih kuat daripada fakta, dan kasus ini menjadi contoh nyata betapa berbahayanya kondisi tersebut.
Bayar Mahal, Korban Justru Menderita
Menurut kepolisian, beberapa pasien membayar biaya tindakan hingga belasan juta rupiah untuk satu prosedur, bahkan salah satu korban disebut mengeluarkan dana sekitar Rp16 juta dengan harapan mendapatkan hasil wajah yang lebih baik dan penampilan lebih percaya diri.
Artikel Terkait
Indonesia Mulai Terasa Mendidih, BMKG Ungkap Wilayah yang Sudah Masuk Musim Kemarau
FOMO Investasi? Ini Panduan Masuk Pasar Saham untuk Pemula yang Gak Mau Rugi
Skill Keuangan yang Paling Dicari Perusahaan di 2026, Sudah Punya Belum?
Feed YouTube Berantakan karena Shorts? Ini Trik Ampuh Menghilangkannya Agar Scrolling Lebih Nyaman!
Cara Download FF Beta Google Play 2026: Pakai Apk Nexa Unlock & Fitur Kipas Auto Headshot!
Link Nonton Classroom of the Elite Season 4 Episode 8 Sub Indo: Jadwal Rilis Terbaru dan Spoiler Siasat Licik Kiyotaka!
Server eFootball 2026 Maintenance Hari Ini 30 April: Cek Estimasi Jam Selesai & Bocoran Patch v5.4.1!
Viral! Jeni Rahmadial Fitri Finalis Putri Indonesia Riau Diduga Praktik Dokter Kecantikan Gadungan di PT Arauna Beauty Clinic
Bukan Sekadar Nama, House of Amartha Ternyata Milik Thariq Halilintar! Intip Bisnis Kreatif Digitalnya yang Viral
Siap-Siap! Kuota Magang Nasional 2026 Tembus 150 Ribu Peserta, Dapat Uang Saku Setara UMP & Sertifikat Resmi