Polisi Ungkap Fakta Baru Ledakan SMAN 72 Jakarta: Pelaku Siswa Aktif Bertindak Sendiri, Ditemukan 7 Bom di Lokasi

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Selasa, 11 November 2025 | 20:30 WIB
Polisi ungkap hasil penyelidikan ledakan SMAN 72 Jakarta. (Instagram/sma72jakarta)
Polisi ungkap hasil penyelidikan ledakan SMAN 72 Jakarta. (Instagram/sma72jakarta)

TITIKTEMU.CO – Kepolisian akhirnya mengungkap hasil penyelidikan terkait insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta yang terjadi pada Jumat, 7 November 2025. Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui merupakan anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang masih berstatus siswa aktif di sekolah tersebut.

Pelaku Bukan Terkait Jaringan Teror

Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menegaskan bahwa pelaku bertindak secara mandiri, tanpa keterlibatan kelompok teroris mana pun.

“ABH yang terlibat dalam ledakan tersebut merupakan siswa SMA aktif dan bertindak sendiri. Tidak ada kaitannya dengan jaringan teror tertentu,” ungkap Asep dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (11/11/2025).

Baca Juga: Pembiayaan KUR BRI Berikan Dampak Positif, Omzet UMKM Naik hingga Double Digit

Pernyataan ini sekaligus membantah rumor yang sempat beredar luas di media sosial terkait dugaan keterlibatan jaringan terorisme dalam insiden tersebut.

Sosok Pelaku Dikenal Tertutup

Polisi mengungkap, berdasarkan pemeriksaan saksi dan lingkungan sekitar, pelaku dikenal sebagai pribadi tertutup dan jarang bergaul. Ia juga diduga memiliki ketertarikan terhadap konten kekerasan dan ekstremisme di internet.

“Yang bersangkutan dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan memiliki minat pada konten kekerasan. Saat ini kami bersama Densus 88 masih mendalami motif dan latar belakangnya,” lanjut Asep.

Selain menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi, penyidik juga memeriksa ponsel dan aktivitas digital pelaku untuk menelusuri kemungkinan jaringan komunikasi lain yang terlibat.

Baca Juga: Bakal Jadi Film, Siapa Yati Waluh Kukus yang Viral di X? Ini Kisahnya

Trauma Healing dan Penanganan Korban

Kepolisian bersama pemerintah daerah telah membuka posko bantuan medis dan trauma healing di RS Islam Cempaka Putih. Pendampingan ini dilakukan bagi guru dan siswa yang terdampak secara fisik maupun psikologis.

Menurut data terbaru Polda Metro Jaya, jumlah korban mencapai 96 orang — terdiri atas 67 luka ringan, 26 luka sedang, dan 3 luka berat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X