Bakal Jadi Film, Siapa Yati Waluh Kukus yang Viral di X? Ini Kisahnya

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Selasa, 11 November 2025 | 18:50 WIB
Bakal Jadi Film, Siapa Yati Waluh Kukus yang Viral di X? Ini Kisahnya. (Falcon PIctures)
Bakal Jadi Film, Siapa Yati Waluh Kukus yang Viral di X? Ini Kisahnya. (Falcon PIctures)

TITIKTEMU.CO - Falcon Pictures kembali menghadirkan film adaptasi dari kisah viral media sosial. Kali ini, rumah produksi itu mengangkat kisah yang empat viral tahun 2021 berjudul Waluh Kukus.

Film ini diambil dari utas viral di Twitter (kini X) karya akun @ainayed, yang dikenal dengan kisah haru dan tokoh legendarisnya, Yati. Kisahnya viral karena kedalaman emosinya.

Setiap kali warganet melihat foto waluh atau labu kukus di linimasa, mereka langsung teringat pada kisah pilu yang melibatkan Yati dan ibunda sang penulis.

Baca Juga: Weekend Tanpa Bosan: 3 Drakor Thriller Terbaru Bikin Jantung Deg-Degan 

Dari Utas ke Layar Lebar

Falcon Pictures telah mengumumkan secara resmi film ini melalui unggahan akun X resmi Falcon Pictures pada 10 November 2025, dan langsung menuai antusiasme publik.

Kisah Waluh Kukus pertama kali dirilis pada 17–18 Juli 2021. Dalam thread itu, akun @ainayed menceritakan pengalaman masa kecil yang penuh kegetiran.

Dia tumbuh dalam keluarga miskin. Ibunya hanya bekerja sebagai buruh serabutan, sementara ayahnya tidak bertanggung jawab pergi meninggalkan rumah.

Suatu hari, sang ibu mendapat upah dua buah waluh (labu kuning) setelah membantu panen. Karena masih mentah, waluh disimpan dua bulan hingga matang, lalu nantinya dikukus dan dibagikan kepada anak-anak di musala.

Ibu sang penulis begitu bahagia membayangkan anak-anak senang menikmati waluh kukus buatannya. Namun, kenyataan berkata lain. Saat disajikan, waluh kukus satu ember penuh itu justru dicemooh.

Baca Juga: Menjejak Dunia Gelap dan Pilihan Ekstrem: Intip As You Stood By, Drama Korea yang Memaksa Kamu Bertanya ‘Siapa Pelaku Aslinya?

Sosok Yati dan Luka yang Tak Terlupakan

Dalam utas itu, muncul tokoh Yati, anak perempuan yang menolak memakan waluh kukus. Dia bahkan mengejek dengan menyebut makanan itu mirip kotoran dan tidak pantas disajikan.

Ucapan itu membuat penulis kecil yang saat itu hadir di langgar merasa terhina. Tapi, anak-anak lain ikut menertawakan. Suasana yang semula hangat berubah menjadi menyakitkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X