Beberapa di antaranya adalah PT Saudaraku, PT Menara Suci Sejahtera, PT Al-Andalus Nusantara Travel, PT Andromeda Atria Wisata, serta PT Dzikra Az Zumar Wisata.
Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, pemeriksaan dilakukan di Polda Jawa Timur agar lebih efektif, mengingat banyaknya biro perjalanan yang terlibat di daerah tersebut.
Baca Juga: BGN Tutup Dapur SPPG Penyebab Keracunan Massal MBG, Bentuk Tim Investigasi Khusus
Awal Mula Kasus Korupsi Kuota Haji 2024
Skandal ini bermula saat Indonesia memperoleh tambahan 20 ribu kuota haji pada 2024. Sesuai aturan, 92 persen seharusnya untuk jamaah reguler dan 8 persen untuk jamaah khusus.
Namun, aturan Menteri Agama saat itu, Yaqut Cholil Qoumas, membagi kuota menjadi 50:50. Akibatnya, dana yang seharusnya bisa dipakai untuk subsidi jamaah reguler justru hilang.
KPK menegaskan penyelidikan masih berjalan dan belum ada tersangka utama yang diumumkan. Namun, pemeriksaan terhadap Ustaz Khalid dinilai membuka titik terang soal siapa oknum Kemenag yang terlibat.***
Artikel Terkait
Respons Puan Maharani, PKS, hingga Demokrat soal Jokowi Ajak Relawan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode
Naik Kelas Bersama Yamaha XMAX TechMAX 2025: Skuter Premium dengan Fitur Canggih di IMOS
Misteri Dalang Demo Agustus 2025: Polri Buru Mastermind, Dugaan Pendana Gelap hingga Spekulasi Aktor Asing
BGN Tutup Dapur SPPG Penyebab Keracunan Massal MBG, Bentuk Tim Investigasi Khusus
Program MBG Diterpa Badai Keracunan, Menu Burger hingga Spageti Jadi Sorotan Ahli Gizi
Menu Kearifan Lokal di Program MBG: dari Ikan Hiu Penyebab Keracunan hingga Kontroversi Usulan Serangga