Keluarga Korban Maafkan Priguna Dokter PPDS Pelaku Perkosaan Orang Tua Pasien RSHS, Tapi Desak Keadilan Tak Boleh Berhenti

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Jumat, 11 April 2025 | 20:30 WIB
Pelaku kekerasan seksual di RSHS Priguna Anugerah  (Instagram/drg.mirza)
Pelaku kekerasan seksual di RSHS Priguna Anugerah (Instagram/drg.mirza)

TITIKTEMU.CO - Kasus dugaan pemerkosaan yang menyeret nama Priguna Anugerah Pratama (31), seorang dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dari Universitas Padjadjaran, terus menjadi perhatian publik.

Peristiwa memilukan yang menimpa FH (21), keluarga pasien yang sedang dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), memunculkan gelombang kecaman dan desakan keadilan dari masyarakat.

Meski begitu, dalam perkembangan terbaru, pihak keluarga Priguna telah menemui keluarga korban dan menyampaikan permohonan maaf secara langsung. Pertemuan ini terjadi beberapa hari setelah insiden berlangsung.

Baca Juga: Profil Biodata Priguna Anugerah Pratama: Kronologi Dugaan Pemerkosaan di RSHS Bandung

Permintaan Maaf Terlambat, Inisiatif Justru dari Keluarga Korban

A, kakak ipar dari FH, menyatakan bahwa upaya permintaan maaf tersebut bukanlah inisiatif awal dari pihak pelaku.

Benar, memang akhirnya ada pertemuan. Tapi itu setelah kami sendiri yang berusaha menghubungi dan mencari akses ke mereka,” tutur A, Kamis (10/4/2025).

Ia menambahkan, meskipun pihak keluarga telah membuka hati dan memaafkan secara pribadi, hal itu tidak menghapus luka yang ditinggalkan pada adiknya.

FH hingga kini masih membutuhkan pendampingan intensif secara psikologis.

“Kami sudah memaafkan sebagai manusia, tapi trauma itu nyata. Adik saya masih kami dampingi setiap saat untuk menjaga kondisi mentalnya,” tambah A.

Baca Juga: Instagram Vegy Supriadi, Akun Istri Dokter Priguna Anugerah Pratama Hilang Banyak Dicari Netizen

Keluarga Korban Tetap Dorong Proses Hukum

Keluarga korban menyatakan bahwa pemberian maaf bukan berarti mengakhiri proses hukum. Mereka tetap bersikukuh agar kasus ini diselidiki secara adil dan transparan oleh aparat penegak hukum.

Kami menyerahkan sepenuhnya kepada Polda Jabar dan juga pihak rumah sakit. Harapan kami sederhana: keadilan ditegakkan, dan tidak ada korban lain di masa depan,” tegas A.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: siaran pers

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X