Baca Juga: Lingkari Tanggal Merah Februari 2026! Ada Libur Nasional, Cuti Bersama, dan Long Weekend Imlek
Rangkaian Tradisi: Dari Sincia hingga Cap Go Meh
Perayaan Imlek tidak berhenti pada hari pertama atau yang disebut Sincia. Lima belas hari setelahnya, masyarakat Tionghoa merayakan Cap Go Meh, yang menjadi penutup rangkaian Tahun Baru.
Sementara itu, pada bulan ketiga penanggalan Imlek, ada tradisi Ceng Beng (Qing Ming) yang bermakna “bersih dan terang”.
Saat Ceng Beng, keluarga akan membersihkan makam leluhur sebagai bentuk penghormatan dan bakti kepada orang tua serta nenek moyang yang telah wafat.
Tradisi ini menegaskan bahwa Tahun Baru China tidak hanya soal masa depan, tapi juga menghargai masa lalu.
Baca Juga: Libur Imlek 2026 Jadi 4 Hari! Cek Tanggal Merahnya dan Makna Tahun Kuda Api
Pernah Dilarang di Era Orde Baru
Tak banyak kalangan muda yang tahu bahwa sejarah Imlek di Indonesia pernah melalui masa kelam. Pada era Orde Baru di bawah pemerintahan Soeharto, ekspresi budaya Tionghoa di ruang publik dibatasi.
Melalui Inpres Nomor 14 Tahun 1967, kegiatan adat dan keagamaan Tionghoa tidak boleh ditampilkan secara mencolok. Perayaan Imlek hanya boleh dilakukan secara tertutup di lingkungan keluarga.
Barongsai, penggunaan huruf Mandarin, bahkan pertunjukan budaya Tionghoa di media massa dilarang. Aparat kerap memiliki tafsir sendiri dalam penerapan aturan tersebut.
Situasi berubah drastis ketika era Reformasi tiba. Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mencabut aturan diskriminatif tersebut melalui Keppres Nomor 6 Tahun 2000.
Sejak saat itu, warga Tionghoa bebas merayakan Imlek secara terbuka. Tahun 2002, pemerintah menetapkan Hari Raya Imlek sebagai hari libur nasional. Inilah tonggak penting dalam sejarah multikulturalisme Indonesia.
Baca Juga: Shio Kuda Api Dimulai! Ini Arti, Karakter, dan Keberuntungan yang Diyakini Bawa Perubahan Besar
Imlek 2026: Momentum Refleksi dan Harapan Baru
Artikel Terkait
7 Wisata Lasem, Tiongkok Kecil yang Menawan
7 Destinasi di Lasem, Cocok Buat Liburan Imlek
Wah ada Prasasti Kuno Bertuliskan Aksara Cina dI Pegunungan Lasem Ternyata
5 Rekomendasi Tempat Liburan Jakarta di Ancol Saat Imlek untuk Keluarga
TOP 3 Tempat Wisata Semarang Hits untuk Liburan Tahun Baru Imlek 2025
Adanya Lampion Khas Imlek di Solo: Wujud Toleransi dan Harmoni
Mengapa Sering Turun Hujan Saat Imlek? Ini Filosofi dan Maknanya
Libur Imlek 2025, Cerminkan Fenomena 'Lipstick Effect': Daya Beli Lesu tapi Banyak Warga yang Liburan