TITIKTEMU.CO, Mumpung masih suasana libur lebaran dan masih ada di kota Yogyakarta, bisa melihat-lihat bangunan yang ada. Kota Yogyakarta mempunyai banyak terdapat bangunan bersejarah, salah satunya adalah masjid tua yang ada di Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta.

Masjid Sela ini  dibangun pada era Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pertama yaitu Sri Sultan Hamengku Buwono I.Takmir Masjid Selo, Sunarwiyadi menjelaskan Masjid Sela pada awalnya digunakan oleh pangeran-pangeran Keraton dalam menunaikan ibadah shalat.

"Sedangkan warga biasa dahulu harus shalat di Masjid Gede Kauman," bebernya

Meski tak lagi diperuntukkan sesuai strata sosial masyarakat sebagaimana di masa lalu, masjid ini kini dapat digunakan oleh masyarakat dari kalangan apapun.

"Masjid Sela sampai saat ini masih digunakan untuk beribadah meski usia bangunan sudah melebihi 2 abad," katanya.

Baca Juga: Masjid Aulia Sapuro, Masjid Tua Dengan Al Quran Raksasa

Arsitektur bangunan masjid ini menyerupai bangunan Tamansari dan Keraton Yogyakarta. Uniknya masjid ini dibangun tidak menggunakan kayu melainkan batu di seluruh bagian bangunannya hingga atap.

"Terkait desain ada campur tangan arsitek asal Portugis. Sosok ini pula yang turut mendesain bangunan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Tamansari," bebernya.

Pada pintu masuk masjid ini di buat rendah, Sunarwiyadi mengungkapkan pembuatan pintu masuk rendah ini bukan tanpa alasan, pintu yang rendah memiliki makna filosofis, yakni memberi hormat atau menghormati.

Baca Juga: Masjid Laweyan Berumur Tua Dan Ada Sisa Arsitek Hindunya

"Karena setiap orang yang datang harus melewati pintu dengan cara menunduk, dalam budaya jawa sikap hormat itu ditunjukkan dengan cara menunduk," katanya.

Masjid ini memiliki luas 6 meter x 8 meter pada bangunan inti dan bisa menampung sekitar 30 jamaah, sementara dengan bangunan tambahan bisa mencapai 150 jamaah.