Sumpah Pemuda Diperingati 28 Oktober, ternyata Awalnya adalah Sumpah Setia. Begini Sejarah dan Teks Aslinya

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Kamis, 27 Oktober 2022 | 18:42 WIB
Suasana Kongres Pemuda II dalam sebuah diorama  (Museum Sumpah Pemuda)
Suasana Kongres Pemuda II dalam sebuah diorama (Museum Sumpah Pemuda)

TITIKTEMU.CO - Sumpah Pemuda merupakan suatu pergerakan yang dilakukan oleh para pemuda-pemudi Indonesia dengan menyatakan janji satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.

Dikutip Titiktemu.co dari laman Museum Sumpah Pemuda Kemdikbud, gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari sebuah organisasi Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI).

Organisasi kepemudaan pertama ini beranggotaken pelajar dari seluruh indonesia.
Mereka adalah Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Pemoeda Indonesia, Jong Islamieten Bond, Jong Celebes, Sekar Rukun, Jong Ambon, dan Pemuda Kaum Betawi.

Baca Juga: Jokowi Bangun Pusat Pengembangan Startup Pemuda di Papua

Atas gagasan PPPI, kongres ini dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi tiga rapat untuk menghasilkan Sumpah Pemuda.

Rapat pertama pada tanggal 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond

Rapat pertama atau Kongres Pemuda I diselenggarakan pada hari Sabtu, 27 Oktober 1928, bertempat di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Lapangan Banteng.

Baca Juga: 3 selebritis terseret kasus robot trading Net89. Atta Halilintar salah satunya. Ini klarifikasi mereka

Dalam rapat tersebut, Soegondo memberikan sambutan tentang harapan agar kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda.
Selanjutnya Moehammad Jamin memberikan uraian tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda.

Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat kedua pada tanggal 28 Oktober 1928 di Gedung Oost-Java Bioscoop
Rapat kedua digelar hari berikutnya yaitu Kongres Pemuda II pada Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan.

Baca Juga: VIRAL! Bharada E Sujud Minta Maaf di Kaki Orang Tua Brigadir J

Sebagai pembicara berikutnya, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, sependapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Rapat ketiga atau Kongres Pemuda II di Gedung Indonesische Clubhuis Kramat
Rapat ketiga dilanjutkan pada hari yang sama di tempat berbeda yaitu di Gedung Indonesische Clubhuis Kramat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: museumsumpahpemuda.kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X