Konteks ini relevan untuk Indonesia. Kementerian Kesehatan melalui SKI 2023 secara khusus memantau kondisi depresi dan kesehatan jiwa masyarakat, termasuk kelompok usia muda. Kemenkes juga menegaskan bahwa depresi dapat berdampak besar terhadap kualitas hidup dan produktivitas.
Pada 2026, hasil skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap sekitar 7 juta anak juga menemukan indikasi gejala depresi pada 4,8 persen anak yang diperiksa. Angka tersebut menunjukkan bahwa pembicaraan mengenai kesehatan mental bukan lagi isu yang bisa disimpan di pojok meja.
Baca Juga: El Nino Kuat Sudah Datang, tapi Jakarta Malah Begini dalam 5 Hari ke Depan
Haruskah Pindah ke Pantai?
Tidak perlu sampai menjual rumah dan mencari alamat baru di pinggir laut.
Pesan yang lebih masuk akal adalah mencari akses rutin ke alam dan ruang biru jika memungkinkan. Jalan kaki di tepi sungai, duduk di danau, berkunjung ke pantai, atau sekadar menghabiskan waktu tanpa layar di ruang terbuka bisa menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih ramah bagi pikiran.
Tetapi jika rasa sedih, kehilangan minat, kecemasan, atau gangguan aktivitas berlangsung terus dan terasa berat, aktivitas alam sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti bantuan profesional.
Laut mungkin bukan obat. Namun bagi sebagian orang, ia bisa menjadi tempat yang membantu kepala bernapas sedikit lebih lega.***
Artikel Terkait
Korupsi Kebun Binatang Surabaya Tembus Rp10,2 Miliar, Satwa Ikut Jadi Korban?
Anak Pertama vs Anak Bungsu: Benarkah Orang Tua Punya Anak Favorit?
“Aku Introvert” Jadi Kalimat Andalan: Kenapa Semua Orang Mendadak Butuh Waktu Sendiri?
Financial Freedom Bukan Soal Berhenti Ngopi: Gen Z Bisa Miskin Karena Harga Rumah, Bukan Starbucks
Jejak Heroik Spanyol Juara Piala Dunia 2010, Fondasi Kejayaan La Furia Roja hingga Taklukkan Dunia Lagi pada 2026
5 Pemain Bundesliga yang Direkrut Barcelona dalam 10 Tahun Terakhir, Karim Adeyemi Jadi Rekrutan Terbaru
3 Pencetak Gol Termuda di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Masuk Daftar Bersama Ibrahim Mbaye dan Kerim Alajbegovic