TITIKTEMU.CO-Ada alasan ilmiah kenapa melihat laut kadang terasa seperti memberi tombol pause pada kepala yang terlalu ramai. Penelitian menunjukkan, orang yang tinggal dekat laut dapat memiliki kondisi mental yang lebih baik, terutama pada kelompok berpenghasilan rendah. Tetapi jangan buru-buru menyimpulkan bahwa pindah rumah ke pinggir pantai otomatis membuat depresi menghilang.
Fenomena ini berkaitan dengan konsep blue space, yaitu lingkungan yang berhubungan dengan air seperti laut, danau, atau sungai. Sejumlah penelitian melihat bahwa kedekatan dan akses terhadap ruang biru dapat berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan mental.
Tinggal Dekat Laut dan Risiko Gangguan Mental
Salah satu penelitian yang menarik datang dari University of Exeter pada 2019. Peneliti menganalisis data hampir 26.000 responden dalam Health Survey for England dan membandingkan kondisi kesehatan mereka berdasarkan jarak tempat tinggal dari garis pantai.
Hasilnya cukup mencolok: masyarakat yang tinggal di kota dekat pantai memiliki kondisi kesehatan mental yang lebih baik, terutama mereka yang berasal dari rumah tangga berpendapatan rendah. Penelitian tersebut membandingkan orang yang tinggal kurang dari 1 kilometer dari pantai dengan mereka yang tinggal lebih dari 50 kilometer.
Namun, penting dicatat: penelitian ini menunjukkan hubungan, bukan bukti bahwa laut secara langsung menyembuhkan depresi.
Kenapa Blue Space Bisa Membantu Pikiran?
Salah satu kemungkinan jawabannya adalah laut memberi manusia kesempatan untuk keluar sebentar dari lingkungan yang penuh tekanan.
Suara ombak, pandangan yang luas, udara terbuka, dan ritme alam yang relatif konstan dapat membuat perhatian tidak terus-terusan tersedot oleh pekerjaan, notifikasi, kemacetan, atau tuntutan sosial. Dalam penelitian University of Exeter lainnya, peserta dengan pengalaman gangguan kesehatan mental menggambarkan blue space sebagai tempat yang dapat membantu “mereset” pikiran, emosi, dan tubuh.
Baca Juga: Anak Pertama vs Anak Bungsu: Benarkah Orang Tua Punya Anak Favorit?
Ada faktor lain yang tidak kalah penting: aktivitas. Pergi ke pantai biasanya membuat seseorang berjalan, terkena cahaya matahari, menghirup udara luar, atau sekadar duduk tanpa harus melakukan banyak hal.
Dan terkadang, kita juga pergi ke sana bersama orang lain. Interaksi sosial yang lebih santai bisa menjadi bagian dari efek positif tersebut.
Indonesia Juga Punya Masalah Kesehatan Mental
Artikel Terkait
Korupsi Kebun Binatang Surabaya Tembus Rp10,2 Miliar, Satwa Ikut Jadi Korban?
Anak Pertama vs Anak Bungsu: Benarkah Orang Tua Punya Anak Favorit?
“Aku Introvert” Jadi Kalimat Andalan: Kenapa Semua Orang Mendadak Butuh Waktu Sendiri?
Financial Freedom Bukan Soal Berhenti Ngopi: Gen Z Bisa Miskin Karena Harga Rumah, Bukan Starbucks
Jejak Heroik Spanyol Juara Piala Dunia 2010, Fondasi Kejayaan La Furia Roja hingga Taklukkan Dunia Lagi pada 2026
5 Pemain Bundesliga yang Direkrut Barcelona dalam 10 Tahun Terakhir, Karim Adeyemi Jadi Rekrutan Terbaru
3 Pencetak Gol Termuda di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Masuk Daftar Bersama Ibrahim Mbaye dan Kerim Alajbegovic