Yang perlu diubah adalah cara kita menggunakannya.
Sebelum membuka aplikasi, biasakan bertanya kepada diri sendiri: "Aku sedang mencari apa?" Jika tidak punya tujuan yang jelas, kemungkinan besar kita hanya akan terjebak scrolling tanpa sadar.
Pada akhirnya, detox media sosial bukan tentang berapa lama kita mampu menjauh dari layar. Yang jauh lebih penting adalah apakah kita sudah mengubah hubungan kita dengan media sosial. Sebab, selama rasa bosan, stres, atau kesepian selalu diselesaikan dengan scrolling, detox hanya akan menjadi jeda singkat sebelum kebiasaan lama kembali lagi.***
Artikel Terkait
Baru 1,5 Bulan Menjabat, Nanik S Deyang Tiba-Tiba Mundur dari Kepala BGN, Ada Alasan yang Tak Disangka
Baru Diumumkan! Prabowo Pilih Sudaryono Pimpin BGN, Ternyata Sudah Terlibat Sejak Awal Program MBG
Penumpang Ungkap Detik-Detik LRT Jabodebek Mati di Cawang, Suara Keras dari Bawah Gerbong Bikin Panik
Bukan Lagi Gadis yang Diburu! A Shop for Killers 2 Tampilkan Transformasi Mengejutkan Jeong Ji An
Bukan Kampus Biasa! Ini Misi Besar Universitas Republik Indonesia yang Baru Dibentuk Prabowo
Healing ke Kafe Estetik Itu Bukan Self-Care, Ini Fakta Psikologis yang Sering Disalahpahami
Olahraga Pagi Itu Overrated? Riset Terbaru Justru Menunjukkan Sore Bisa Lebih Efektif