TITIKTEMU.CO-Pernah menghapus Instagram selama seminggu, mematikan notifikasi, atau bahkan uninstall semua aplikasi media sosial, tetapi begitu kembali justru scrolling lebih lama dari sebelumnya? Kalau iya, mungkin masalahnya bukan ada pada media sosial itu sendiri.
Detox media sosial memang bisa membantu, tetapi efeknya sering hanya sementara jika pola pikir dan kebiasaan yang mendasarinya tidak ikut berubah.
Fenomena ini semakin sering terjadi. Banyak orang merasa perlu "kabur" dari media sosial karena lelah, cemas, atau terus membandingkan hidupnya dengan orang lain. Sayangnya, setelah masa detox selesai, kebiasaan lama kembali terulang.
Baca Juga: Olahraga Pagi Itu Overrated? Riset Terbaru Justru Menunjukkan Sore Bisa Lebih Efektif
Detox Media Sosial Bisa Membantu, Tapi Bukan Solusi Utama
Istilah detox media sosial mengacu pada jeda sementara dari penggunaan platform digital.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengurangi penggunaan media sosial dapat membantu menurunkan stres, memperbaiki kualitas tidur, dan mengurangi kecemasan pada sebagian orang.
Namun, para peneliti juga menemukan bahwa manfaat tersebut sering kali tidak bertahan lama jika seseorang kembali menggunakan media sosial dengan pola yang sama seperti sebelumnya.
Baca Juga: Healing ke Kafe Estetik Itu Bukan Self-Care, Ini Fakta Psikologis yang Sering Disalahpahami
Artinya, yang perlu diperbaiki bukan hanya durasi penggunaan, tetapi juga alasan mengapa kita terus membuka media sosial.
Masalahnya Bukan Aplikasi, Melainkan Kebiasaan
Pernah tanpa sadar membuka Instagram hanya beberapa detik setelah menutup TikTok? Atau mengambil ponsel setiap kali merasa bosan?
Psikologi menyebut perilaku ini sebagai habit loop, yaitu kebiasaan yang terbentuk karena adanya pemicu, rutinitas, dan hadiah. Rasa bosan, stres, atau cemas menjadi pemicu. Scrolling menjadi rutinitas. Sementara rasa terhibur sesaat menjadi hadiahnya.
Inilah sebabnya menghapus aplikasi sering kali tidak benar-benar menyelesaikan masalah. Otak tetap mencari pelarian lain untuk mendapatkan sensasi yang sama.
Artikel Terkait
Baru 1,5 Bulan Menjabat, Nanik S Deyang Tiba-Tiba Mundur dari Kepala BGN, Ada Alasan yang Tak Disangka
Baru Diumumkan! Prabowo Pilih Sudaryono Pimpin BGN, Ternyata Sudah Terlibat Sejak Awal Program MBG
Penumpang Ungkap Detik-Detik LRT Jabodebek Mati di Cawang, Suara Keras dari Bawah Gerbong Bikin Panik
Bukan Lagi Gadis yang Diburu! A Shop for Killers 2 Tampilkan Transformasi Mengejutkan Jeong Ji An
Bukan Kampus Biasa! Ini Misi Besar Universitas Republik Indonesia yang Baru Dibentuk Prabowo
Healing ke Kafe Estetik Itu Bukan Self-Care, Ini Fakta Psikologis yang Sering Disalahpahami
Olahraga Pagi Itu Overrated? Riset Terbaru Justru Menunjukkan Sore Bisa Lebih Efektif