Situationship Bukan Generasi Lemah — Itu Respons Rasional pada Ekonomi yang Tidak Pasti

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 23 Juni 2026 | 10:57 WIB
Ilustrasi Situationship bukan tanda generasi lemah, (Desain AI)
Ilustrasi Situationship bukan tanda generasi lemah, (Desain AI)

Akibatnya, banyak orang memilih fokus pada stabilitas diri sebelum mengambil keputusan besar, termasuk pernikahan atau hubungan jangka panjang.

Baca Juga: Cara Menentukan Tim Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia 2026, Ini Aturan Lengkap dan Skenario Terbarunya

Ekonomi yang Tidak Pasti Mengubah Prioritas

Salah satu alasan situationship semakin umum adalah perubahan prioritas hidup.

Jika dulu hubungan serius sering menjadi langkah awal menuju kehidupan dewasa, kini banyak anak muda merasa mereka harus "mapan dulu" sebelum berkomitmen.

Masalahnya, definisi mapan terus bergeser.

Biaya sewa tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari, pendidikan, hingga kesehatan terus meningkat.

Di sisi lain, banyak pekerja muda menghadapi kontrak kerja jangka pendek, persaingan karier yang ketat, dan ketidakpastian pendapatan.

Dalam kondisi seperti itu, hubungan tanpa komitmen formal sering dianggap lebih fleksibel dan minim risiko emosional maupun finansial.

Baca Juga: Lampu Padam, Investasi Ikut Redup? Dunia Usaha Mulai Cemas dengan Pemadaman Listrik Bergilir

Situationship Bukan Berarti Takut Cinta

Ada stereotip bahwa orang yang menjalani situationship tidak serius atau tidak dewasa. Padahal kenyataannya lebih rumit.

Banyak pasangan dalam situationship tetap memiliki kedekatan emosional yang kuat. Mereka saling mendukung, berbagi waktu, dan membangun koneksi yang bermakna. Hanya saja mereka belum siap memasuki tahap komitmen yang lebih besar.

Bagi sebagian orang, keputusan tersebut bukan bentuk pelarian, melainkan strategi untuk beradaptasi dengan ketidakpastian hidup.

Tentu situationship tidak selalu ideal. Kurangnya kejelasan dapat memicu kebingungan, ekspektasi yang berbeda, hingga konflik emosional. Karena itu komunikasi yang jujur tetap menjadi faktor paling penting.

Baca Juga: BRI Klarifikasi Kasus Bu Mien di Wonosobo, Tegaskan Kredit Rp3 Miliar Berstatus Macet Sejak 2023

Apa yang Bisa Dipelajari dari Fenomena Ini?

Daripada buru-buru menghakimi generasi muda sebagai generasi yang takut komitmen, mungkin lebih adil jika kita melihat konteks yang melatarbelakanginya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X