4) Terlalu cepat “menyelamatkan” anak
Niatnya membantu, tapi kalau semua disiapkan dan semua masalah dibereskan, anak kehilangan kesempatan belajar tanggung jawab dan problem solving.
UNICEF menekankan pengasuhan positif: tegas, hangat, dan membimbing—bukan menakut-nakuti.
Perbaiki: beri “bantuan seperlunya”, bukan “ambil alih”. Contoh: “Kamu coba dulu, Mama dampingi.”
Baca Juga: Can This Love Be Translated? Tembus 118 Juta Jam Ditonton, Dunia Ikut Baper Bareng
5) Minim validasi emosi: “Ah, gitu aja nangis”
Anak butuh merasa dipahami sebelum bisa diarahkan. WHO menyoroti pentingnya intervensi pengasuhan yang menguatkan relasi orang tua–anak dan mengurangi pola keras (harsh parenting).
Perbaiki: validasi singkat lalu arahkan: “Kamu kecewa ya. Boleh sedih. Setelah ini kita cari cara bareng.”
6) Membandingkan anak
“Masa adik bisa?” tanpa sadar melukai harga diri dan memicu rivalitas. Anak berkembang dengan tempo berbeda.
Perbaiki: bandingkan anak dengan dirinya sendiri: “Kemarin belum bisa, sekarang sudah lebih berani.”
Baca Juga: Omzet Triliunan Diselipkan ke Rekening Karyawan: PPATK Temukan Pola Baru di Kasus Pajak Tekstil
7) Kurang rutinitas dan kualitas interaksi
Bukan harus lama—yang penting hadir. CDC menekankan perhatian, respons yang hangat, dan aktivitas sesuai tahap usia sebagai bagian dari positive parenting.
Perbaiki: buat ritual 10 menit (tanpa HP): baca buku, ngobrol, atau main peran sebelum tidur.
Artikel Terkait
Emas Ngegas Lagi! Harga Antam, Galeri24, dan UBS Kompak Naik
Uang Negara Bocor Diam-Diam: BPK Ungkap Kerugian Raksasa di Kasus Tata Kelola Minyak Pertamina
Dari Tuduhan Es Spons ke Tiket Umrah: Rezeki Sudrajat Datang Setelah Viral dan Sabar
Resep Es Gabus 2026: Dari Viral Es Spons ke Jajanan Jadul yang Bisa Jadi Ladang Cuan
Dari Kampus Itera ke Panggung Dunia: Natasya Buktikan Riset Bisa Jadi Suara yang Didengar Global
Anti Gagal! Begini Cara Memenangkan War Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Agar Kebagian Kursi
Omzet Triliunan Diselipkan ke Rekening Karyawan: PPATK Temukan Pola Baru di Kasus Pajak Tekstil
Can This Love Be Translated? Tembus 118 Juta Jam Ditonton, Dunia Ikut Baper Bareng
Gundam Akhirnya Turun ke Dunia Nyata: Film Live Action Resmi Mendarat di Netflix!
Tak Perlu Travel, Ini Panduan Umrah Mandiri, Lengkap dengan Rincian Biaya