Sukabumi: Kota yang Tidak Tergesa, Slow Living dengan Bernapas Lega

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Selasa, 28 Oktober 2025 | 20:15 WIB
Sukabumi adalah salah satu kota yang diam-diam menyimpan keindahan hidup pelan (Pinterest @seealwsoft)
Sukabumi adalah salah satu kota yang diam-diam menyimpan keindahan hidup pelan (Pinterest @seealwsoft)

Bagi siapa pun yang butuh hidup berdampingan dengan alam, Sukabumi terasa seperti “basecamp kehidupan”.

Kamu bisa bekerja remote di pagi hari, lalu trekking tipis ke Curug Sawer sore harinya.

Kehidupan di sini tidak dipisahkan antara bekerja dan menikmati hidup — keduanya berjalan berdampingan.

Baca Juga: Tak Ada Kehidupan Setelah Isya di Purworejo: Kota yang Mengajarkan Slow Living yang Sebenarnya

Biaya Hidup: Wajar dan Waras

Sisi menarik lain dari Sukabumi adalah biaya hidupnya yang ramah dompet.

Kamu masih bisa menemukan kontrakan satu rumah kecil di pinggiran kota mulai 900 ribu – 1,5 juta per bulan.

Makan di warung? Rp12.000 – Rp18.000 sudah dapat seporsi ayam nasi lengkap. Mau belanja sayur mingguan?

Cukup ke pasar pagi, dengan 50 ribu kamu bisa pulang dengan tiga kantong besar.

Jika kamu mencari hidup sustainable tanpa jadi budak cicilan, Sukabumi memberi ruang untuk itu.

Tetap Terhubung ke Jakarta

Banyak orang takut pindah jauh karena memutus akses kerja.

Sukabumi tidak seperti itu. Kota ini masih masuk wilayah commuting ke Jakarta.

Pilihan transportasinya mulai dari bus, travel, sampai kereta Pangrango. Ditambah dengan Tol Bocimi, akses makin nyaman.

Kamu bisa tinggal di Sukabumi tapi tetap bekerja secara hybrid di Jakarta — ini bukan cuma wacana, banyak warga sudah melakukannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Lirik Yalal Waton Latin, Arab, Arti, dan Penciptanya

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:24 WIB
X