TITIKTEMU.CO - Di era digital, banyak orang menjadikan AI seperti ChatGPT, Gemini, atau Replika sebagai teman ngobrol.
Praktis, cepat, dan tersedia 24 jam. Namun, menurut Omri Gillath, profesor psikologi dari University of Kansas, interaksi dengan AI terasa "kosong" karena tidak memiliki kedalaman emosional seperti manusia.
Chatbot Dirancang Agar Kamu Betah, Bukan Sembuh
Gillath menjelaskan bahwa perusahaan pengembang AI merancang sistem agar pengguna terus kembali dan betah berlama-lama.
Sifat adiktif ini membuat sebagian orang bergantung, bahkan menjadikan chatbot sebagai "terapis pribadi", padahal AI tidak bisa memberi pelukan, empati nyata, atau mengenalkan kamu pada jaringan sosial baru.
Baca Juga: Lawan Perundungan, Remaja Jateng Didorong “Wani Curhat”
Risiko Saran Salah: Bisa Berbahaya untuk Kesehatan Mental
Psikolog Vaile Wright menegaskan, chatbot AI hanya memberikan jawaban sesuai pola kata yang kamu tulis, bukan berdasarkan kondisi psikologis sebenarnya.
Dalam kasus tertentu, AI bahkan bisa memberi saran yang salah dan berpotensi membahayakan.
Misalnya, menyarankan penggunaan zat tertentu tanpa memahami latar belakang kesehatan penggunanya.
Baca Juga: Mengenal Gaya Hidup Slow Living, Tidak Harus Hidup di Desa!
Remaja Paling Rawan Terjebak Ketergantungan AI
Menurut laporan Common Sense Media, 72% remaja di AS pernah menggunakan AI sebagai "teman curhat".
Sebagian menggunakannya untuk dukungan emosional, dan 9% bahkan menganggap AI sebagai sahabat dekat. Ini bisa memengaruhi kemampuan mereka membangun hubungan sosial di dunia nyata.:
Artikel Terkait
Kafe Sebagai Gaya Hidup, Pasarnya Sangat Besar, Peluang Bagi Indonesia
GAYA HIDUP: Office Look Wanita Ala Drama Korea, Biar Makin Stylish di Kantor!
Motor Baca ajak warga Subang senang membaca. Ada buku sejarah, kuliner hingga gaya hidup!
Lawan Perundungan, Remaja Jateng Didorong “Wani Curhat”
Gaya Hidup Cottagecore Mulai Dilirik Gen Z, Bandingkan dengan Gaya Hidup Metropolitan Mana yang Lebih Menarik?
5 Keunggulan Garmin Lily 2 Active, Smart Jewelry Stylish untuk Gaya Hidup Sehat
Jadi Tren Gaya Hidup Sehat, BRI Manfaatkan Peluang Berdayakan UMKM di Industri Gula Aren
Mengenal Gaya Hidup Slow Living, Tidak Harus Hidup di Desa!
BRImo SIP Padel League 2025 Siap Digelar, Komitmen BRI Dorong Gaya Hidup Sehat Generasi Urban