Curhat ke ChatGPT Bisa Bikin Ketagihan? Psikolog Ungkap Risiko Nyata di Baliknya

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 28 Juli 2025 | 13:15 WIB
Ilustrasi AI Bukan Sahabat Sejati: Mengapa Curhat ke Chatbot Berisiko? (Pinterest @conexeos_infinitas)
Ilustrasi AI Bukan Sahabat Sejati: Mengapa Curhat ke Chatbot Berisiko? (Pinterest @conexeos_infinitas)

Meskipun AI seperti ChatGPT bisa menjadi tempat “meluapkan” isi hati, jangan jadikan itu satu-satunya cara mengatasi masalah.

Jika kamu merasa butuh dukungan emosional, lebih baik berbicara dengan orang terdekat atau mencari bantuan profesional.

AI hanyalah alat, bukan pengganti interaksi manusia yang sesungguhnya.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: drvailewright.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X