5. Tak bertujuan mencari makan gratis
Di sini pentingnya menata niat dengan baik. Kalaupun ada jamuan dari orang yang dikunjungi, hendaknya diniati mencari kekuatan ibadah, menuai keberkahan makan bersama, dan sebagainya. "Kendati disiapkan hidangan, terima dan cicipilah dengan senang hati meski merasa sedikit kenyang, menerimanya tidak berlebihan," tuturnya.
6. Jaga sikap dan sopan santun
Adab ini penting diperhatikan agar selama berkunjung benar-benar khidmat.
"Tetap menjaga sikap dan sopan santun di hadapan tuan rumah dan keluarganya, seperti mengucap salam, menyalami orang yang hadir, duduk di tempat yang diinginkan tuan rumah," paparnya.
7. Bahagiakan tuan rumah
Adab selanjutnya adalah berupaya menunjukkan perbuatan yang membahagiakan tuan rumah. Bahkan, demi membahagiakannya, saat berpuasa sekalipun, tamu diperbolehkan berbuka selama puasa yang ditunaikan adalah puasa sunnah, bukan puasa wajib.
8. Hindari fitnah Seorang laki-laki hendaknya tidak bertamu ke rumah seorang yang tuan rumahnya perempuan sendirian, kecuali si laki-laki membawa istri atau keluarga istrinya yang lain.
Baca Juga: Malam Idul Fitri Bukan Berarti Selesai Beribadah , Justru Ini Yang Harus Diamalkan
9. Tidak pamer kekayaan
Berkunjung kepada seseorang bukan ajang untuk pamer kekayaan atau barang yang kita miliki.
Sebab, penampilan yang berlebihan bisa saja membuat orang yang dikunjungi merasa minder, malu, dan tidak nyaman. "Maka berpenampilanlah secara sederhana dan seperlunya saja," jelas Ustadz Tatam.
10. Bawa bingkisan
Termasuk membahagiakan tuan rumah adalah membawa bingkisan atau buah tangan, baik untuk si pemilik rumah, keluarga, atau anak-anaknya. Namun ini bukan satu keharusan, sehingga menjadi penghalang tercapainya silaturahim.
Sumber: https://www.nu.or.id/nasional/10-adab-bertamu-saat-lebaran-idul-fitri-s6dys
Artikel Terkait
Tradisi Ziarah Kubur Saat Lebaran, Ini Bacaan Doanya
Awas Lebaran Jangan Kalap Dengan Opor, Redang, Gulai Dan Teman-Temannya
Takbir Keliling Bawa Obor , Tradisi Malam Lebaran