Fasih Mandarin Jadi Nilai Penting
Kemampuan Mandarin menjadi salah satu persyaratan utama dalam rekrutmen ini. BCA mencari kandidat yang fasih dalam listening, speaking, reading, sekaligus writing.
Baca Juga: Job Fair Jakarta Timur 2026 Resmi Dibuka! Ribuan Lowongan Menanti, Begini Cara Daftarnya
Artinya, kemampuan bahasa bukan sekadar tambahan di dalam CV. Bagi lowongan ini, Mandarin justru menjadi salah satu modal utama yang dicari perusahaan.
Kondisi tersebut bisa menjadi peluang menarik bagi lulusan dari berbagai latar belakang pendidikan yang memiliki kemampuan bahasa Mandarin dan ingin masuk ke sektor perbankan.
Pendaftaran Dibuka sampai Oktober 2026
Kandidat yang memenuhi kriteria dapat mengajukan lamaran melalui kanal rekrutmen yang disediakan BCA. Pendaftaran lowongan kerja BCA untuk Business Officer Mandarin dibuka hingga 31 Oktober 2026.
Baca Juga: 2.000 Warga Depok Turun ke Jalan, 3 Tuntutan Ini Bakal Dibawa ke DPR pada 27 Agustus
Pelamar dapat mengakses informasi dan proses pendaftaran melalui laman khusus yang dicantumkan BCA, yaitu bca.id/mandarinofficer.
Selain itu, informasi mengenai peluang karier lainnya dapat dipantau melalui situs resmi karier BCA. Sebelum mengirim lamaran, pastikan seluruh persyaratan sudah sesuai agar kesempatan tidak terlewat hanya karena dokumen atau kriteria yang kurang lengkap.
Bagi pemilik kemampuan Mandarin, ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengubah kemampuan bahasa menjadi pintu menuju karier profesional.***
Artikel Terkait
Lowongan Kerja ANTAM 2026 Dibuka! Ada 14 Pilihan Posisi, Lulusan Jurusanmu Masuk?
Lowongan kerja Bank Mandiri Taspen lewat ODP 2026 terbuka untuk S1/S2. Cek syarat dan cara daftarnya!
Generasi yang Dibesarkan Buat “Kuat”, Sekarang Membesarkan Anak Buat “Merasa”
Kenapa Lulusan Kampus Ternama Belum Tentu Lebih Sukses, Ini Datanya
Rekening Donasi Aksi 27 Agustus Ditunda, Warga Pati Tetap Bergerak: Ada Apa di Balik Rp80 Juta?
2.000 Warga Depok Turun ke Jalan, 3 Tuntutan Ini Bakal Dibawa ke DPR pada 27 Agustus
Kenapa Generasi Sekarang Rela Antre Berjam-jam demi Kopi? Ternyata Bukan Cuma Soal Rasa