TITIKTEMU.CO-Pernahkah kamu heran melihat saldo rekening yang mendadak tiris?
Padahal kamu merasa tidak membeli barang-barang dengan harga mahal.
Kemudahan memindai kode QRIS sering kali menjadi dalang utamanya.
Teknologi ini memotong proses pembayaran menjadi sangat singkat dan instan.
Baca Juga: Meletakkan Ponsel, Memeluk Insting: Seni Tenang Menjadi Ibu
Namun di balik kenyamanan itu, ada jebakan psikologis yang mengintai.
Mengenal Efek Tanpa Uang Tunai
Secara ilmiah, fenomena boros ini dikenal sebagai cashless effect.
Psikologi keuangan mendapati bahwa metode non-tunai mengubah cara otak memproses pengeluaran.
Ketika membayar dengan uang tunai, kita melihat fisik uang itu berpindah tangan.
Proses melihat lembaran uang berkurang memberikan sinyal peringatan ke otak.
Baca Juga: Tren Anti-Tren 2026: Kenapa Perabot Rotan dan Kayu Jati Lokal Kembali Merajai Rumah Modern?
Sinyal tersebut sering disebut oleh para ahli sebagai rasa sakit membayar.
Artikel Terkait
Soft Living Bukan Malas: 8 Kebiasaan Sederhana yang Diam-Diam Bikin Hidup Lebih Waras
Tren Frugal Living Menjamur, Mengapa Banyak Kafe dan Brand Fesyen Mulai Putar Otak?
Ekonomi Meroket 5,61% tapi Gaji Numpang Lewat? Ini Alasan Dompetmu Makin Kering!
Bukan Kurang Gaji tapi Lebih Gengsi: Mengenal Lingkaran Setan Lifestyle Inflation
Gaji Pas-pasan Harga Tanah Selangit, Menilik Alasan Gen Z Indonesia Pasrah Kontrak Rumah Seumur Hidup
Tinggal di Rumah Kecil, Tapi Hatinya Lapang: Kisah Keluarga Urban yang Memilih Slow Living