Jangan Investasi Crypto Karena FOMO! Ini Fakta yang Jarang Disadari Pemula

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 30 April 2026 | 21:18 WIB
Ilustrasi Investasi crypto karena FOMO berisiko (Desain AI )
Ilustrasi Investasi crypto karena FOMO berisiko (Desain AI )

TITIKTEMU.CO - Crypto sering terlihat seperti jalan cepat menuju cuan. Setiap kali harga naik, media sosial ramai dengan cerita untung besar.

Ada yang mengaku modal kecil jadi berkali lipat. Ada juga yang pamer hasil profit dalam waktu singkat. Dari sinilah banyak orang tergoda masuk tanpa berpikir panjang.

Fenomena ini dikenal sebagai FOMO atau fear of missing out.

Rasa takut ketinggalan peluang saat orang lain terlihat lebih dulu untung.

Dalam dunia investasi crypto, FOMO sangat kuat, terutama di kalangan anak muda. Data menunjukkan sekitar 44% Gen Z dan 49% Milenial mengaku keputusan investasi kripto mereka dipengaruhi rasa takut tertinggal.

Masalahnya, keputusan yang lahir dari emosi sering tidak sehat.

Saat harga naik tajam, orang merasa harus cepat masuk sebelum terlambat.

Mereka membeli di harga tinggi tanpa memahami aset yang dibeli. Ketika harga turun drastis, panik datang dan akhirnya menjual rugi. Siklus ini sering terjadi berulang.

Baca Juga: Park Jihoon Rela Ikut Kursus Memasak Demi Totalitas Peran di Drakor The Legend of Kitchen Soldier

Crypto bukan musuh, tetapi cara masuknya yang sering keliru.

Banyak investor pemula membeli token hanya karena sedang viral, direkomendasikan influencer, atau ramai dibahas teman kantor.

Padahal investasi seharusnya didasari riset, bukan tekanan sosial.

Keputusan rasional selalu dimulai dari pertanyaan sederhana. Apa fungsi proyek crypto tersebut? Siapa tim pengembangnya?

Bagaimana likuiditasnya? Seberapa besar risiko volatilitasnya?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X