Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Minggu, 1 Maret 2026 | 22:33 WIB
Hasil kerja bersama masyarakat Pongkor
Hasil kerja bersama masyarakat Pongkor

“Sekarang kami belajar melihat alam dengan cara yang berbeda. Dulu mungkin orang berpikir bagaimana mengambil dari hutan. Sekarang kami justru merawat dan menanam. Ada rasa bangga ketika melihat pohon tumbuh di tempat yang dulu rusak.” lanjut Hendrik.

Transformasi di Cisangku tidak hanya mengubah lanskap fisik, tetapi juga struktur sosial dan ekonomi warga. Kegiatan produktif melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, dari kelompok ibu ibu hingga pemuda desa. Potensi alam berkembang menjadi ruang eduekowisata, sementara aktivitas konservasi menciptakan sumber penghidupan alternatif yang lebih stabil.

Baca Juga: Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan: Keutamaan, Tanda, dan Amalan yang Dianjurkan

Cerita perubahan di Pongkor tidak berhenti di Cisangku. Di desa lain yang masih berada dalam bentang wilayah yang sama, kisah serupa tumbuh dengan warna berbeda.

Sudin, yang lebih dikenal sebagai Kang Gemer, adalah salah satu di antaranya. Lahir dan besar di Kampung Parigi, Desa Cisarua, Kang Gemer pernah menjalani kehidupan sebagai gurandil dalam kurun waktu yang panjang. Selama bertahun tahun, aktivitas PETI menjadi bagian dari realitas hidupnya. Namun perjalanan waktu membawa refleksi yang tak terhindarkan.

“Dulu saya berpikir yang penting bisa bekerja dan ada penghasilan, Tapi lama lama terasa, pekerjaan itu penuh risiko. Bukan cuma soal keselamatan, tapi juga kesehatan dan keluarga. Ada rasa khawatir yang terus mengikuti.” ujar Kang Gemer.

Baca Juga: 16 Besar Liga Champions Eropa: Deretan Bigmatch Siap Panaskan Panggung. Real Madrid dan Manchester City Akan Saling Gusur

Keputusan untuk beralih profesi menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Melalui Program Sistem Pengembangan Usaha dan Perlindungan Lingkungan Cisarua atau Sundung Cisarua yang dijalankan Antam UBPE Pongkor, Kang Gemer mulai mengenal dunia yang sepenuhnya berbeda: peternakan.

Dari serangkaian pelatihan dan pendampingan, ia menapaki usaha budidaya domba. Aktivitas yang awalnya asing perlahan menjadi sumber penghidupan yang stabil sekaligus ruang pembelajaran baru.

Baca Juga: Tayang 2 Maret 2026, Cek Sinopsis dan Link Nonton Siren’s  Kiss di Prime Video

“Beternak domba memberi saya rasa yang berbeda, Ada kepastian yang dulu tidak saya rasakan. Kami bisa merencanakan, bisa mengembangkan. Hidup terasa lebih tenang.” Lanjut Kang Gemer.

Seiring waktu, peran Kang Gemer berkembang melampaui dirinya sendiri. Ia dikenal sebagai mantri domba, aktif berbagi pengetahuan kepada warga dan bahkan menjadi narasumber di berbagai kegiatan pelatihan. Kisahnya menjadi contoh nyata bagaimana perubahan individu dapat memicu perubahan sosial yang lebih luas.

Baik di Cisangku maupun Cisarua, benang merahnya serupa. Kesadaran, ketika bertemu dengan kesempatan dan dukungan yang tepat, mampu menggeser arah hidup. Dari aktivitas berisiko tinggi menuju penghidupan yang lebih aman, dari eksploitasi menuju keberlanjutan.

Baca Juga: Harga Pangan Jelang Idulfitri 2026 Stabil, Pemerintah Pastikan Stok Aman hingga Lebaran

Sekretaris Perusahaan Antam, Wisnu Danandi Haryanto menyebutkan, upaya pengelolaan lingkungan di sekitar wilayah operasi menjadi tanggung jawab dan bagian yang integral dari bisnis Antam. Di Pongkor, Antam bersama masyarakat bersinergi untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan kemandirian masyarakat melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Pelibatan para mantan PETI menjadi bagian dari upaya perusahaan tambang tersebut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga lingkungan dan memingkatkan perekonomian melalui cara yang harmonis dengan alam.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi TITIKTEMU

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X