Fenomena Cashless Only: QRIS Memudahkan Transaksi, Tapi Tak Semua Masyarakat Siap

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 25 Desember 2025 | 20:25 WIB
Pembayaran Non-Tunai Jadi Andalan, Namun Opsi Tunai Dinilai Tetap Perlu (Desain AI )
Pembayaran Non-Tunai Jadi Andalan, Namun Opsi Tunai Dinilai Tetap Perlu (Desain AI )

TITIKTEMU.CO - Di kota-kota besar, pembayaran digital kini bukan lagi sekadar pilihan.

Dari stasiun, mal, hingga gerai kopi pinggir jalan, layar ponsel dan kode QR perlahan menggantikan lembaran uang di laci kasir.

Gesek, pindai, selesai. Praktis, cepat, dan dianggap modern.

Namun di balik kelancaran itu, ada kelompok masyarakat yang justru merasa tertinggal oleh laju perubahan.

Baca Juga: KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Kasus Bank BJB dari Ridwan Kamil ke Aura Kasih  

Cashless Bukan Lagi Alternatif

Semakin banyak tempat usaha menerapkan sistem non-tunai sepenuhnya.

QRIS dan kartu debit menjadi satu-satunya pintu transaksi.

Bagi generasi muda yang hidup berdampingan dengan aplikasi keuangan, hal ini nyaris tak terasa sebagai masalah.

Tapi bagi sebagian orang tua dan lansia yang masih setia pada uang fisik, kebijakan cashless only justru memunculkan kebingungan di situasi sehari-hari yang sederhana—sekadar membeli minum atau makanan ringan.

Perubahan ini menunjukkan bahwa transformasi digital belum sepenuhnya sejalan dengan kesiapan sosial masyarakat.

Uang tunai memang mulai tersisih, tetapi belum sepenuhnya ditinggalkan.

QRIS dan Janji Efisiensi

Dari sisi sistem, QRIS membawa banyak keunggulan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X