TITIKTEMU.CO - Di kota-kota besar, pembayaran digital kini bukan lagi sekadar pilihan.
Dari stasiun, mal, hingga gerai kopi pinggir jalan, layar ponsel dan kode QR perlahan menggantikan lembaran uang di laci kasir.
Gesek, pindai, selesai. Praktis, cepat, dan dianggap modern.
Namun di balik kelancaran itu, ada kelompok masyarakat yang justru merasa tertinggal oleh laju perubahan.
Baca Juga: KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Kasus Bank BJB dari Ridwan Kamil ke Aura Kasih
Cashless Bukan Lagi Alternatif
Semakin banyak tempat usaha menerapkan sistem non-tunai sepenuhnya.
QRIS dan kartu debit menjadi satu-satunya pintu transaksi.
Bagi generasi muda yang hidup berdampingan dengan aplikasi keuangan, hal ini nyaris tak terasa sebagai masalah.
Tapi bagi sebagian orang tua dan lansia yang masih setia pada uang fisik, kebijakan cashless only justru memunculkan kebingungan di situasi sehari-hari yang sederhana—sekadar membeli minum atau makanan ringan.
Perubahan ini menunjukkan bahwa transformasi digital belum sepenuhnya sejalan dengan kesiapan sosial masyarakat.
Uang tunai memang mulai tersisih, tetapi belum sepenuhnya ditinggalkan.
QRIS dan Janji Efisiensi
Dari sisi sistem, QRIS membawa banyak keunggulan.
Artikel Terkait
Perkembangan Karakter Gol D. Roger: Awal Kehidupan, Puncak Kejayaan, hingga Eksekusi yang Mengubah Dunia
10 Orang Terkaya di Indonesia 2025, Kekayaan Didominasi Konglomerat dan Industri Strategis, Ini Daftarnya
Perayaan Natal 2025, BRI Peduli Salurkan Puluhan Ribu Paket Sembako bagi Masyarakat
Lowongan Kerja Kantor Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Cek Posisi dan Syarat Lengkapnya di Sini
Ganjil Genap Jakarta Diliburkan Saat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
Laras Faizati Dituntut 1 Tahun Penjara, Petisi Hentikan Penuntutan Ditandatangani Diteken Ribuan Orang
Xiaomi 17 Ultra Debut 25 Desember 2025, Kamera Leica Jadi Andalan
Polemik Keraton Surakarta: Menteri Kebudayaan Fadli Zon Langgar Adat? Begini Kronologinya
KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Kasus Bank BJB dari Ridwan Kamil ke Aura Kasih
Daftar Kenaikan UMP 2026 di 38 Provinsi Indonesia, Jakarta Tertinggi