Transisi Panjang Menuju Cashless
Ketika ditanya kapan Indonesia benar-benar siap meninggalkan uang tunai, para pengamat sepakat jawabannya tidak singkat.
Dengan kondisi geografis yang luas, tingkat literasi digital yang beragam, serta akses perbankan yang belum merata, proses menuju masyarakat cashless diperkirakan masih memerlukan waktu bertahun-tahun.
Digitalisasi pembayaran bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga soal kesiapan manusia di baliknya.
Euforia pembayaran digital tidak bisa dipungkiri membawa banyak manfaat. QRIS memudahkan, mempercepat, dan menertibkan transaksi.
Namun selama uang tunai masih menjadi alat pembayaran sah dan paling dipahami oleh sebagian masyarakat, menghapusnya sepenuhnya justru berpotensi menciptakan jurang baru.
Di masa transisi ini, pilihan adalah kunci. QRIS boleh menjadi arus utama, tetapi uang tunai masih layak mendapat tempat—setidaknya sampai semua orang benar-benar siap melangkah ke masa depan yang sepenuhnya digital.***
Artikel Terkait
Perkembangan Karakter Gol D. Roger: Awal Kehidupan, Puncak Kejayaan, hingga Eksekusi yang Mengubah Dunia
10 Orang Terkaya di Indonesia 2025, Kekayaan Didominasi Konglomerat dan Industri Strategis, Ini Daftarnya
Perayaan Natal 2025, BRI Peduli Salurkan Puluhan Ribu Paket Sembako bagi Masyarakat
Lowongan Kerja Kantor Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Cek Posisi dan Syarat Lengkapnya di Sini
Ganjil Genap Jakarta Diliburkan Saat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
Laras Faizati Dituntut 1 Tahun Penjara, Petisi Hentikan Penuntutan Ditandatangani Diteken Ribuan Orang
Xiaomi 17 Ultra Debut 25 Desember 2025, Kamera Leica Jadi Andalan
Polemik Keraton Surakarta: Menteri Kebudayaan Fadli Zon Langgar Adat? Begini Kronologinya
KPK Telusuri Dugaan Aliran Dana Kasus Bank BJB dari Ridwan Kamil ke Aura Kasih
Daftar Kenaikan UMP 2026 di 38 Provinsi Indonesia, Jakarta Tertinggi