Pada 16 Mei 1990, perusahaan melantai di bursa melalui IPO di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya menggunakan kode saham INRU.
Mereka memproduksi bubur kertas (pulp) serta serat rayon yang berbahan baku eukaliptus dari perkebunan hutan tanaman industri.
Namun, perjalanan operasional perusahaan tidak pernah berjalan mulus. Sejak awal 1990-an, Indorayon terus menghadapi penolakan dari masyarakat sekitar terkait isu lingkungan, pencemaran, dan konflik sosial.
Ketegangan antara mayarakat setempat dan perusahaan bahkan semakin meningkat setelah era reformasi dimulai.
Puncaknya terjadi pada 1999, ketika bentrokan antara warga, karyawan perusahaan, dan aparat keamanan pecah hingga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
Baca Juga: PT IMIP Morowali Milik Siapa? Fakta Bandara dan Isu Legalitas Terbaru 2025
Kondisi ini membuat Presiden BJ Habibie mengeluarkan keputusan untuk menghentikan sementara operasi perusahaan, dan memerintahkan audit lingkungan menyeluruh.
Pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, perusahaan bahkan sempat dinyatakan harus ditutup atau direlokasi.
Namun, pertimbangan investasi asing membuat pemerintah kembali memberikan izin operasional pada tahun 2000, dengan catatan bahwa produksi rayon harus dihentikan.
Meski begitu, perusahaan tetap tertekan oleh konflik panjang dan akhirnya melakukan restrukturisasi besar-besaran. Pada 15 November 2000, nama Indorayon resmi diganti menjadi PT Toba Pulp Lestari Tbk.
Setelah melalui proses perbaikan dan penyesuaian teknologi, pabrik kembali beroperasi pada 2003, membawa klaim bahwa mereka telah menerapkan sistem yang lebih ramah lingkungan.
Baca Juga: SIAPA Hero Gozali? IPO PT Pelayaran Jaya Hidup Baru: Kisah Sukses Pengusaha Pelayaran Nasional
Visi, Misi, dan Kegiatan Usaha
Sebagai produsen pulp eukaliptus, Toba Pulp Lestari memasarkan produknya ke pasar domestik maupun internasional.
Perusahaan ini mengusung visi menjadi pabrik pulp yang dikelola dengan baik, dipercaya pelanggan, serta memberikan kebanggaan bagi para karyawan.
Artikel Terkait
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk: Profil, Kepemilikan, dan Rencana IPO Terbaru 2025
Jaga Keamanan Digital, BRI Terus Edukasi Nasabah Untuk Menjaga Kerahasiaan Data Transaksi Perbankan
Shell Indonesia Resmi Beli 100 Ribu Barel BBM dari Pertamina untuk Amankan Stok hingga Akhir 2025
Kenapa Banyak Bisnis Online Gagal di Tahun Pertama? Ini 7 Kesalahan yang Sering Terjadi
Program CSR BRI Raih Pengakuan Global Lewat Dua Penghargaan Internasional