Analis pasar berpendapat bahwa penurunan harga emas kali ini adalah respons alami dari reli panjang yang terlalu cepat. Sejak awal 2025, harga emas sudah naik lebih dari 50 persen, peningkatan paling dramatis dalam dua dekade terakhir.
Lonjakan ini bahkan melampaui kenaikan emas pada masa krisis besar, seperti serangan 11 September 2001, krisis finansial 2008, hingga pandemi Covid-19.
Tidak heran jika banyak investor memutuskan mengambil untung sebelum harga semakin tidak pasti.
Dalam dua bulan terakhir, harga emas meroket hingga 25 persen dipicu ketidakpastian global: tingginya utang Pemerintah AS, isu geopolitik, hingga spekulasi bahwa The Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga.
Namun ketika kabar positif mulai bermunculan soal hubungan dagang AS–China, investor merasa saat yang tepat untuk mengamankan keuntungan.
Pasar tiba-tiba berubah dari “fear mode” menjadi “opportunity mode”.
Baca Juga: Slow Living itu Tidak Sama dengan Bemalas-malasan
Isyarat Damai Dagang AS–China Beri Tekanan ke Emas
Emas selama ini dikenal sebagai aset safe haven, tempat berlindung saat sentimen ekonomi penuh ketidakpastian. Tapi ketika ketegangan global mulai mereda, minat terhadap emas otomatis menurun.
Pekan ini, pelaku pasar menyambut kabar bahwa pejabat dagang AS dan China akan bertemu untuk membahas lanjutan negosiasi perdagangan.
Bahkan Presiden AS, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan optimistis:
> “Saya yakin kami akan mencapai kesepakatan yang sangat adil dengan Presiden Xi,” ujarnya.
Harapan akan hubungan dagang yang lebih stabil membuat sebagian besar investor mulai meninggalkan aset pelindung seperti emas dan beralih ke aset yang lebih berisiko, seperti saham atau obligasi korporasi.
Baca Juga: Suasana Pagi Seperti Tak Pernah Usai di Desa Ini...
Dolar AS Menguat, Emas Terdesak
Artikel Terkait
DOWNLOAD FIFA 2026 PPSSPP ISO untuk Android: Sensasi Bermain Sepak Bola Offline dengan HD Graphics
Dalang Ki Anom Suroto Meninggal di Usia 77 Tahun, Maestro Wayang Kulit Lima Benua
Abadi Nan Jaya Tayang Mulai Hari Ini di Netflix, Horor Zombie Rasa Indonesia
Suasana Pagi Seperti Tak Pernah Usai di Desa Ini...
Ki Anom Suroto: Legenda Panggung Pedalangan dengan Masa Keemasan yang Panjang
SIAPA Hero Gozali? IPO PT Pelayaran Jaya Hidup Baru: Kisah Sukses Pengusaha Pelayaran Nasional
Konsol Genggam Asus ROG Xbox Ally dan Ally X Masuk Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harga
BRI Peduli Beri Pelatihan Pengolahan Limbah Minyak Jelantah di Bogor, Turut Jaga Ekosistem Lingkungan
Slow Living itu Tidak Sama dengan Bemalas-malasan
Mimpi Slow Living: Benarkah Hidup di Desa Bakal Selalu Nyaman?