TITIKTEMU.CO – Di dunia seni pedalangan, nama Ki Anom Suroto adalah legenda. Dia Sejajar dengan dalang-dalang besar seperti Ki Nartosabto, Ki Manteb Soedarsono, Ki Asep Sunandar Sunarya Ki Enthus Susmono, Ki Seno Nugroho,dan Ki Sugito Purbocarito.
Suaranya yang khas, gaya pementasan yang hidup, dan kemampuannya memadukan nilai tradisi dengan sentuhan modern menjadikannya sosok dalang berpengaruh dalam sejarah wayang kulit Indonesia.
Lebih dari setengah abad dia berkecimpung di panggung karawitan, membawa wayang bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai nilai-nilai luhur kehidupan.
Baca Juga: Dalang Ki Anom Suroto Meninggal di Usia 77 Tahun, Maestro Wayang Kulit Lima Benua
Perjalanan Panjang Seorang Maestro
Ki Anom Suroto lahir di Klaten, Jawa Tengah, dan sejak kecil sudah akrab dengan dunia wayang. Lahir dari keluarga dalang, Ki Anom Suroro hidup di lingkungan yang kental dengan budaya Jawa.
Ayahnya, Ki Sadiyon Harjadarsana, merupakan dalang ternama di masanya. Tak heran jika sejak kecil Ki Anom Suroto sudah akrab dnegan gamelan, tembang, dan kisah-kisah Mahabharata serta Ramayana.
Tahun 1960-an menjadi titik awal perjalanan profesionalnya. Dia mulai dikenal karena cengkok suaranya yang khas serta kemampuan bercerita yang memikat.
Gaya tutur yang mengalir dan penuh rasa membuat penonton seolah ikut masuk ke dalam cerita yang dia bawakan.
Masa keemasan Ki Anom Suroto terjadi pada era 1970 hingga 1990-an. Dalam masa itu, hampir setiap acara besar di Solo dan sekitarnya tak lengkap tanpa pementasan wayang yang menampilkan dirinya.
“Masa keemasan sebenarnya sepanjang masa. Tapi tahun 70–90 itu luar biasa, setiap instansi atau pengusaha kalau ulang tahun pasti nanggap Pak Anom Suroto,” ujar salah satu rekan sesame dalang.
Suara Emas yang Tak Lekang Waktu
Salah satu ciri paling menonjol dari Ki Anom Suroto adalah suara emasnya. Suara yang jernih, tegas, dan berkarakter itu tetap terjaga meski usianya kian senja.
Artikel Terkait
Dorce Gamalama Meninggal Dunia karena Covid 19, Rabu Pagi, setelah Tiga Minggu Dirawat di Rumah Sakit
KABAR DUKA! Penyebab Babe Cabita Meninggal Dunia Setelah Berjuang Lawan Penyakit Langka
Babe Cabita, Komika Terkenal Indonesia Meninggal Dunia karena Anemia Aplastik, Apa Itu?
Artis Legendaris Titiek Puspa Meninggal Pada Usia 87 Tahun. Sempat menulis 61 lagu saat dalam perawatan sakitnya
Pesan Menyentuh Titiek Puspa yang Baru Terungkap Setelah Wafat, Tentang Kurangnya Perhatian Terhadap Seni Budaya Leluhur
Titiek Puspa Dimakamkan di TPU Tanah Kusir Jakarta, Setelah Karir Panjangnya Selama 75 Tahun di Dunia Seni
Mengenang Titiek Puspa: Ikon Musik Indonesia di Tengah Gempuran Budaya Barat
Kisah Titiek Puspa dan Warisan Musik Istana: Dari Nama Pemberian Soekarno hingga Grup Lensois
Mengenang Raminten: Asal-usul dan Warisan Budaya Kuliner Sarat Budaya dari Almarhum Hamzah Sulaiman
Profil Rayyan Arkan Dikha, Penari Cilik Pacu Jalur Riau yang Viral Mendunia, Duta Pariwisata Muda dari Riau
Siapa Ahmad Sahroni? Ini Profil Lengkap Politisi NasDem yang Tuai Kritik hingga Ditantang Debat soal "Orang Tolol Sedunia"