Masyarakat tidak menyadari bahwa membakar jerami di pinggir jalan, apalagi tol dimana kendaraan melaju kencang itu sangat berbahaya.
Baca Juga: Luis Milla Kagum, Shin Tae Yong Banjir Pujian. Padahal Milla Dulu Pernah Sindir Seperti Ini...
"Banyak warga yang tidak paham dan ini sudah menjadi indikator penyebab kecelakaan yang menyedihkan sekali.” tutur Ganjar Pranowo.
Ganjar mengaku telah meminta para bupati yang daerahnya dilewati ruas jalan tol atau sejenisnya agar melakukan pengawasan lebih ketat terhadap kebiasaan membakar rumput, jerami atau sisa pertanian yang damapknya bisa sangat fatal.
"Saya langsung kontak para bupati di daerah yang dilewati tol untuk mengawasi ketat pembakaran di pinggir jalan tol, termasuk di pingir jalan umum. Terima kasih itu tadi ada petugas dari jalan tol yang juga terlihat sedang memadamkan api," ungkap Ganjar.
Baca Juga: Tidak Lolos Validasi Dan Verifikasi Penerima BSU Tahun 2022 ? Simak Penyebabnya, Versi Kemnaker!
Selain itu, ia juga sudah memerintahkan Dinas Perhubungan Provinsi Jateng untuk turun dan bekerja sama dengan pengelola tol serta kepolisian guna mengecek titik-titik potensi adanya pembakaran.
"Agar mengecek titik-titiknya di mana kalau perlu dalam kondisi hasil panen mulai selesai sekarang, dan tanahnya mau diolah biasanya secara tradisional mereka membakar. Ini bisa dicek," ujar dia.
Seperti diketahui, kecelakaan maut berupa tabrakan beruntun terjadi pada Minggu sore pukul 15.00 WIB, 18 September 2022 di ruas tol Pejagan-Brebes-Tegal-Pemalang.
Kecelakaan tersebut dipicu oleh asap tebal akibat pembakaran ilalang di pinggiran jalan tol.
Tabrakan beruntun itu melibatkan 13 unit kendaraan pribadi maupun truk. Sejumlah orang terluka, dan satu tewas, yang belakangan diketahui bernama Singgih, putra Jamintel Kejakgung.***
Artikel Terkait
Siswa SD Menangkan Tiket Umroh Gratis Jalan Sehat Muktamar Muhammadiyah Wonogiri
INFO LOKER : RS Bhayangkara Surakarta Membuka Banyak Lowongan, Mulai Dokter hingga Sopir Ambulan
Waduh, 2 warga Mranggen Demak tenggelam di kolam renang Manunggal Jati Semarang
Owalah, tidak hafal sila keempat Pancasila, Ketua DPRD Lumajang mengundurkan diri
Aksi heroik seorang pria menolong pengendara motor yang hampir terseret banjir dipuji netizen
Bengis! Seorang Pria Mutilasi Kucing Hamil untuk Dimakan! Sadisnya lagi Aksinya Dishare ke Media Sosial
Ganjar Beri Bantuan Optimis Untuk Keluarga Terdampak Banjir Kalikeruh
Sempat dirawat di RS, mahasiswi yang terjatuh dari lantai 6 gedung parkir USM akhirnya meninggal