"Memang dapat dikatakan masih bayi, tetapi sesungguhnya di dalam praktik telah diterapkan sejumlah strateginya," tulis Firmanzah.
Baca Juga: Faktor Penyebab Gorontalo Jadi Wilayah Rawan Gempa Bumi, Salah Satunya 'Dikepung' Sesar Aktif
"Para politikus masa kini maupun masa lalu telah memperlakukan massa politik sebagai pasar yang harus dipersaingkan dan diperebutkan," terangnya.
Sebab, gagasan politik dari pemimpin partai memerlukan strategi untuk dapat diterima oleh masyarakat luas.
Di sisi lainnya, marketing politik ini juga dapat menurunkan kualitas demokrasi. Hal tersebut karena banyak partai yang melakukan marketing politik tanpa ide atau gagasan yang jelas.
Baca Juga: KEREN, 4 Wasit Indonesia Pimpin Pertandingan AFC
Popularitas yang ditawarkan artis dianggap menjadi modal kuat dalam pemilu, namun perlu juga menimbang potensi kepuasan masyarakat terhadap kinerja mereka.***
Artikel Terkait
Drama Wasiat, Pertunjukan Untuk Menyentil Pilkada Yang Damai Lewat Seni Barongan
Gus Ibin Siap Maju Pilkada 2024 Setelah Mendapat Restu Ibunda, Meski Sempat Menolak Tawaran Jadi Bupati Nganjuk
Ahmad Ridwan Sebut 'Korea' Siap Bertarung di Pilkada Batang 2024 Saat Ngobrol Santai Bareng Jaringan Promedia
Menjelang Akhir Pendaftaran PAN Beri Rekomendasi ke Setyo Sukarno-Imron Rizkyarno di Pilkada Wonogiri
Pilkada Sukoharjo 2024: Hanya Ada Satu Pasangan Calon Hadapi Kotak Kosong
Ada 35 Calon Tunggal di Pilkada 2024. Ini Daftar Lengkapnya, dan Begini yang Terjadi Jika Paslon Kalah dari Kotak Kosong