TITIKTEMU.CO – Di tengah ramainya perbincangan publik di media sosial terkait kehidupan Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, satu nama besar kembali mencuat ke permukaan: KH. Anwar Manshur.
Di balik sorotan dan kontroversi yang sesekali menimpa dunia pesantren, KH. Anwar Manshur tetap dikenal sebagai figur ulama kharismatik, guru bangsa, dan penjaga tradisi Islam klasik yang disegani lintas generasi.
1. Ulama Teduh yang Dihormati Banyak Kalangan
Sosok yang akrab disapa Kiai Anwar ini telah menjadi panutan bagi ribuan santri di Ponpes Lirboyo selama puluhan tahun.
Dengan tutur lembut dan sikap rendah hati, beliau menjadi sumber ketenangan bagi santri dan masyarakat yang datang menimba ilmu maupun meminta nasihat.
Baca Juga: Mahfud MD Nilai Permintaan KPK Soal Laporan Dugaan Mark Up Proyek Whoosh Sebagai Langkah Aneh
Dari majelisnya yang sederhana, Kiai Anwar mengajarkan pentingnya keseimbangan antara ilmu, adab, dan ketulusan hati, tiga nilai utama yang menjadi fondasi pendidikan Lirboyo sejak awal berdiri.
2. Dihormati Para Tokoh Bangsa dan Ulama Besar
Karisma dan keteduhan KH. Anwar Manshur membuatnya dihormati lintas kalangan.
Tokoh-tokoh nasional seperti KH. Ma’ruf Amin, KH. Yahya Cholil Staquf, hingga Abdul Muhaimin Iskandar (Menko PMK) tercatat beberapa kali bersilaturahmi ke kediaman beliau di Lirboyo.
Mereka datang tidak hanya untuk bertukar pandangan, tetapi juga memohon doa dan restu dari sang kiai sepuh yang menjadi simbol kebijaksanaan ulama pesantren tradisional.
3. Pewaris Langsung Pendiri Lirboyo
KH. Anwar Manshur lahir pada 1 Maret 1938 di lingkungan pesantren dan merupakan cucu dari pendiri Lirboyo, KH. Abdul Karim.
Sejak muda, beliau dikenal tekun menuntut ilmu di berbagai pesantren besar seperti Pacul Gowang dan Tebuireng Jombang, sebelum akhirnya kembali ke Lirboyo sebagai pengajar tetap.
Baca Juga: Mahfud MD Nilai Permintaan KPK Soal Laporan Dugaan Mark Up Proyek Whoosh Sebagai Langkah Aneh
Berdasarkan catatan biografi LP2M UIT Lirboyo, Kiai Anwar hingga kini masih aktif mengajar kitab Dalailul Khairat setiap pagi di pesantren, menunjukkan semangatnya yang tak pernah surut meski usia telah lanjut.
4. Teguh Menjaga Keaslian Tradisi Salaf
Artikel Terkait
Mahfud MD Nilai Permintaan KPK Soal Laporan Dugaan Mark Up Proyek Whoosh Sebagai Langkah Aneh
Kontroversi Proyek Kereta Cepat Whoosh: Dari Skema Jepang ke China, Siapa yang Tanggung Beban Utang?
Wahana Rainbow Slide Ambruk di Pasar Malam Ketapang, Polisi Tutup Lokasi dan Selidiki Penyebabnya
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Klaim Ekonomi RI Mulai Pulih, Tapi Pengangguran Muda Masih Tinggi
Program Magang Nasional Resmi Dimulai 20 Oktober 2025, Pemerintah Siapkan 26 Ribu Posisi untuk Lulusan Muda