TITIKTEMU.CO Yogyakarta – Memenuhi undangan permohonan narasumber dari kampus perguruan tinggi Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, memberikan ceramah virtual kepada mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah,Jakarta.
Mayjen TNI Rudianto melaksanakan kegiatan itu melalui zoom meeting, Sabtu (11/9) di Markas Korem 072/Pamungkas, Jl. Reksobayan No.4, Ngupasan, Kec. Gondomanan, Yogyakarta.
Kegiatan Tafakur UIN Syarif Hidayatullah pada tahun 2021 ini mengangkat tema “Kepemimpinan Transformatif di Era Digital 5.0. dalam Menuju Visi Indonesia Tahun 2045”.
Selain Pangdam IV/Diponegoro, kegiatan tersebut juga menghadirkan Cak Nanto yaitu Komisaris Utama PT Istaka Karya (Persero)/Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah.
Baca Juga: Di Depan 782 Wisudawan, Rektor Unnes Beri Nasihat “Ilmu Iku Kelakone Kanthi Laku”, Apa Artinya?
Melalui paparannya, Pangdam menyampaikan bahwa kepemimpinan transformatif tercermin saat seorang pemimpin dapat mengubah situasi, mengubah apa yang biasa dilakukan, dan selalu berbicara untuk tujuan yang luhur, guna mencapai suatu tujuan organisasi yang telah ditentukan.
Dilanjutkannya, ada empar pilar pembangunan guna mencapai Visi Indonesia 2045.
Empat pilar tersebut yaitu (1) Pembangunan SDM dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi; (2) Pembangunan ekonomi berkelanjutan; (3) Pemerataan pembangunan; (4) Ketahanan nasional dan tata kelola kepemerintahan.
Baca Juga: Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar.,M.Hum. Rektor Baru ISI Surakarta
Disisi lain terdapat sembilan kemampuan yang harus dimiliki seseorang pemimpin di era digital dalam menuju Indonesia Emas 2045.
“Mentalitas dan karakter yang kuat, pribadi yang religius dengan standar moral tinggi, jiwa nasionalisme yang kuat, kemampuan manajemen yang baik, cara berpikir yang logis, kritis, dan analis, visioner dan penuh kreativitas, memiliki teknik komunikasi yang baik, mampu memecahkan berbagai masalah, dan Menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,” terangnya.
Senada dengan Pangdam IV/Diponegoro, Cak Nanto juga menambahkan bahwa untuk menghadapi tantangan tersebut tidak mudah, sebab dibutuhkan pemimpin yang bersih dan bebas dari korupsi serta berkomitmen dalam menerapkan pembangunan berorientasi inovasi sains dan teknologi yang terintegrasi untuk meningkatkan daya saing Indonesia. ***
Artikel Terkait
UGM Terima 9210 Mahasiswa Baru Tahun 2021-2022
Undip Wisuda, Siapkan Lulusan Siap Kerja Dan Berwirausaha
Pramuka Unnes Ciptakan Rekor Penggunaan Tali Warok dan Tari Warok 9.210 Peserta
Anabda Wasita Trusing Tyas, Selamat Ulang Tahun Menwa UGM