pendidikan

Tiga Ulama Indonesia ini Pernah Jadi Imam Besar di Masjidil Haram

Minggu, 28 Agustus 2022 | 15:25 WIB
Tiga Ulama asal Indonesia tercatat dalam sejarah pernah menjadi imam besar di Masjidil Haram. (pic. facebook nu teluk pucung bekasi)

Baca Juga: Liverpool 9-0 Bournemouth: 5 Fakta Penting Saat Pasukan Jurgen Klopp Mencatatkan Rekor Gol di Anfield

Syeikh Nawawi meninggal di Mekah pada 1897. Beliau adalah guru ulama-ulama pesantren di Indonesia. Salah satu keturunannya saat ini menjadi Wakil Presiden yakni KH Ma'ruf Amin yang juga pernah menjabat Rais Aam PBNU.

  1. Ahmad Khatib bin Abdul Latif al-Minangkabawi

Ulama ini juga dikenal dengan nama Syeikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Beliau lahir di Sumatera Barat, tepatnya di Koto Tuo, Agam pada 26 Juni 1860. Kecerdasan beliau sudah terlihat sejak kanak-kanak.

Ayahnya Syaikh Abdul Latif mengajaknya ke Mekah pada usia 11 tahun (1871) untuk menunaikan ibadah haji. Namun Ahmad tidak ikut pulang, ia tinggal di Mekah untuk menuntaskan hafalan Alqurannya.

Selain menghafal Alquran, Ahmad berguru dengan beberapa ulama di antaranya Sayyid Bakri Syatha, Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan, dan Syeikh Muhammad bin Sulaiman Hasbullah al-Makkiy.

Baca Juga: HUT Ke-74, Polwan Bersihkan 6 Rumah Ibadah & Kunjungi Istri Mantan Kapolri

Kealiman Syeikh Ahmad Khatib dibuktikan ketika ia diangkat menjadi imam dan khatib sekaligus staf pengajar di Masjidil Haram.

Syeikh Ahmad Khatib mempunyai banyak murid yang kemudian menjadi ulama-ulama besar, di antaranya Abdul Karim Amrullah (Haji Rasul) ayah dari Buya Hamka, ulama termasyhur Indonesia.

Lalu ada K.H. Hasyim Asy’ari (pendiri NU), dan K.H. Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), serta masih banyak lagi. ***

Ikuti beragam berita terbaru, olahraga, lowongan pekerjaan dan informasi bermanfaat lainnya di TitikTemu.co

Halaman:

Tags

Terkini