pendidikan

PPDB: Akses Terbatas Karena Sistem Zonasi, Siswa SMP di Solo Terpaksa Mendaftar Kelas Virtual

Rabu, 6 Juli 2022 | 08:26 WIB
Sosialisasi kelas virtual di Kantor Kecamatan Pasar Kliwon Solo, Selasa (5/7/2022) (RRI Surakarta)

TITIKTEMU.CO, SOLO – Warga Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah, terpaksa menempuh pendidikan SMA Negeri dengan mendaftar kelas virtual.

Ini terjadi menyusul keterbatasan akses di wilayah tersebut tidak ada SMA Negeri akibat sistem zonasi.

Pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2022/2023 ini warga Pasar Kliwon mendapatkan jatah satu rombongan belajar (rombel) kelas virtual untuk siswa jenjang SMA.

Baca Juga: Beasiswa LPDP 2022 tahap 2 Sudah Dibuka. Tenggat 5 Agustus 2022. Simak Cara Daftarnya di Sini.

Mereka dikumpulkan di pendapa kantor Kecamatan setempat untuk mendapatkan sosialisasi terkait kelas virtual yang akan terafiliasi dengan SMAN 2 Solo, Selasa (5/7/2022).

Camat Pasar Kliwon, Ahmad Khoironi mengatakan, “Pasar Kliwon mendapatkan satu kuota dari enam kelas virtual di Jawa Tengah. Kuota satu rombel dengan kapasitas 36 siswa berafiliasi dengan SMAN 2 Solo,” ucapnya, pada sosialisasi kelas virtual.

Menurut Ahmad, ini menjadi jalan keluar untuk saat ini karena permasalahan setiap tahun yang sama. Ahmad mengatakan sampai saat ini jumlah pendaftar mencapai 35 siswa.

Baca Juga: Beasiwa BCA: Bebas Biaya Pendidikan, Asrama, Uang Saku dan Peluang Bekerja di BCA. Lulusan SMA Segera Daftar!

Menurutnya ada dua calon peserta yang mengundurkan diri sebelum pembelajaran dimulai. "Warga masih banyak yang mengkhawatirkan pelaksanaan kelas virtual ini," imbuh dia.

Terkait hal itu, anggota Komisi IV DPRD Kota Surakarta, Ekya Sih Hananto mengatakan, masyarakat Pasar Kliwon mendesak agar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII segera mendirikan SMA di wilayah tersebut.

Baca Juga: Link Nonton Kau dan Dia 2, Film Romansa Remaja Tayang di MAXStream

"Ini masalah setiap tahun, karena di Kecamatan Pasar Kliwon tidak ada SMA Negeri. Jadi banyak warga tidak mendapatkan sekolah karena sistem zonasi yang diterapkan. Mereka kemudian terlempar ke daerah lain seperti Sukoharjo atau Karanganyar, yang terdekat ke SMAN 3 saja tidak bisa," kata Ekya, di sela acara sosialisasi kelas virtual.

Menurut Ekya, sekolah virtual dari SMA Negeri 2 Surakarta itu bukan solusi. Kekhawatiran dari orang tua muncul sebelum mantap mendaftarkan anaknya mengikuti program tersebut.

Baca Juga: Ada Tiga Hari Istimewa di Bulan Dzulhijjah, Jangan Lewatkan

Halaman:

Tags

Terkini