TITIKTEMU.CO- Minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin kerap terdengar saat Idul Fitri. Kalimat itu diucapkan saat saling bermaafan sehingga sering disalahartikan sebagai kalimat untuk memohon maaf.
Padahal, arti sebenarnya dari minal aidin wal faizin bukan itu. Sebaliknya, kalimat itu adalah doa atau harapan yang artinya ‘semoga kita semua tergolong orang yang kembali dan berhasil’.
Dikutip dari NU Online, menurut Ustadz Muhammad Al Habsyi, ucapan minal aidin aal faizin sebenarnya merupakan potongan dari sebuah bacaan do'a, yaitu:
Baca Juga: Hasil Sidang Isbat tentukan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H Jatuh pada Senin, 2 Mei 2022
‘Allahummaj'alna minal ‘a’idina wal faizina’, lengkapnya adalah ‘ja alanallahu wa iyyakum minal aidzin wal faidzin’ yang artinya ‘semoga Allah SWT menjadikanmu sebagai orang-orang yang kembali dan beruntung.
Tapi, orang sekarang sering salah paham minal aidin wal faizin itu artinya mohon maaf lahir dan batin,” kata Ustadz Muhammad Al-Habsyi.
Dengan demikian, minal aidin wal faizin lebih bermakna pada pencapaian seorang mukmin setelah berpuasa sebulan penuh dan mengerjakan ibadah lain di bulan Ramadhan.
Baca Juga: Kumpulan 50 Link Twibbon Selamat Hari Raya Idul Fitri 2022 untuk Status Media Sosial
Idul Fitri sendiri memiliki arti kembali ke fitrah atau suci. Artinya orang-orang yang kembali dan beruntung mengacu pada frase tersebut.
Fitrah mengandung kesucian, polos, kemuliaan, dan kejujuran seperti bayi yang baru lahir. Bulan Ramadhan, salah satunya dengan kewajiban berpuasa, mensucikan dosa-dosa manusia.
“Minal Aidin wal Faizin” lebih menyimpan arti pencapaian seorang mukmin setelah berpuasa penuh dan melawan hawa nafsunya dengan beribadah kepada Tuhannya di bulan Ramadan.
Baca Juga: Tata Cara dan Niat Shalat Idul Fitri. Jangan Sampai KeliruBaca Juga: Tata Cara dan Niat Shalat Idul Fitri. Jangan Sampai Keliru
Dilansir dari NU Online, terdapat tradisi yang kerap dilakukan para sahabat ketika merayakan Idul Fitri. Mereka biasa mengucapkan selamat kepada para muslim yang berhasil menjalankan puasa selama sebulan penuh.
Mereka mengucapkan lafal, ‘Taqabbalallaahi minnaa wa minkum’ yang artinya,’Semoga Allah menerima (amal ibadah Ramadhan) kami dan engkau’.