TITIKTEMU.CO, Jakarta –Pemerintah membuka program beasiswa khusus kepada kalangan santri.
Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama membuka pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) tahun 2022.
Masa pendaftaran berlangsung satu bulan, 15 Maret hingga 15 April 2022.
Direktur PD Pontren, Waryono Abdul Ghafur mengatakan, tahun 2022 ini, ada 600 kuota PBSB.
Baca Juga: Penentuan Awal Ramadan 1443 H, BMKG akan Amati Hilal di 34 Lokasi
Kuota tersebut terdiri dari 80 pilihan program studi yang tersebar di 26 Perguruan Tinggi Mitra PBSB dalam negeri.
"PBSB 2022 sudah dibuka. Kami undang para santri untuk mendaftar. Ada 80 pilihan program studi pada 26 perguruan tinggi,” ujar Waryono.
“Pilihan Program Studi, mulai dari Keagamaan, Manajemen Pendidikan, Sains dan Teknologi, Kedokteran, Kesehatan, Ekonomi, Sosial Humaniora, Pertanian, serta beberapa Program Studi Vokasi. Santri pendaftar hanya diperkenankan memilih satu program studi yang benar-benar menjadi minatnya,” imbuhnya.
Baca Juga: INFO LOKER : Bank BTN Membuka 2 Posisi untuk Beberapa Kota, Terakhir 27 Maret, Simak Syaratnya!
PBSB merupakan program afirmasi dari negara yang dikhususkan bagi kalangan santri, agar mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk melanjutkan studi sarjana dan magister.
Untuk mengikuti seleksi, santri bisa mendaftar secara online dengan klik tautan: Pendaftaran PBSB Tahun 2022.
Santri yang berminat, bisa segera menyiapkan persyaratan lengkap dengan mengacu pada Booklet PBSB Tahun 2022, dengan membuka tautan ini: Booklet Pendaftaran PBSB Tahun 2022.
Baca Juga: Perdebatan Tiada Akhir Puluhan Tahun. Klub Apa Paling Sukses di Inggris? Ini Faktanya!
Kepada para pengelola PBSB, Waryono mengingatkan untuk menjaga proses tata kelola dan manajemen pelaksanaan seleksi secara terbuka dan akuntabel.
“Sehingga, semua santri bisa mendapat kesempatan sama untuk dipilih yang terbaik,” tegas Waryono.
Menurut Waryono, PBSB dilaksanakan dalam bentuk pemberian beasiswa penuh bagi santri yang memiliki kemampuan akademik, kematangan pribadi, kemampuan penalaran, dan potensi untuk dapat mengikuti program pendidikan tinggi.