Jika kamu meninggalkan hasil SNMPTN, ada kemungkinan sekolahmu akan mendapatkan sanksi, bisa berupa catatan, skor atau bahkan blacklist dari universitas yang bersangkutan.
Menurut Ashari, dengan kondisi seperti ini, ada perguruan tinggi yang melakukan blacklist.
Blacklist itu bukan instruksi atau aturan dari LTMPT, tetapi perguruan tinggi masing-masing. Itu memang ada yang melakukan blacklist, tapi tidak semua.
Baca Juga: INFO LOKER : Sembilan Lowongan Kerja di Bank Mega, Terbuka untuk Fresh Graduate dan D3
“Kenapa ? Ya itu tadi, persaingannya itu ketat, sayang sekali sudah diterima tapi tidak dimasuki. Perguruan tingginya juga jadi pusing juga, karena ada kursi kosong sekian, eman-eman”, tutur Ashari.
Dampak dari siswa yang lolos SNMPTN namun tidak mengambil, juga akan berpengaruh kepada pengurangan nilai indeks sekolah. Bahkan mengurangi jatah siswa yang bisa mengikuti SNMPTN pada tahun berikutnya.
3. Tidak bisa mengikuti jalur mandiri
Sejumlah universitas membuka jalur mandiri dengan persyaratan, peserta harus memiliki skor nilai UTBK. Artinya, jika kamu tidak mengambil hasil SNMPTN, kamu tidak dapat mengikuti UTBK SBMPTN, sehingga kamu tidak memiliki nilai UTBK yang menjadi syarat untuk mendaftar jalur mandiri.
Baca Juga: Serie A Italia: Inter ke Puncak Klasemen Berkat Hattrick Lautaro Martinez dan Brace Edin Dzeko
4. Beresiko untuk gapyear
Gapyear adalah menunda kuliah. Jika kamu memutuskan untuk tidak mengambil hasil SNMPTN, berarti kamu tidak bisa mengikuti UTBK SBMTN dan jalur mandiri beberapa universitas, yang mengharuskan pesertanya untuk memiliki nilai UTBK SBMPTN. Akibatnya, kamu tidak bisa kuliah di perguruan tinggi negeri pada tahun ini dan harus menundanya pada tahun depan.
Sudah paham yah, ada konsekuensi yang harus ditanggung bila siswa yang lulus dalam SNMPTN, ternyata tidak mengambilnya, baik konsekuensi untuk siswa yang bersangkutan, juga kepada sekolah serta adik kelas pada tahun berikutnya nanti. Selamat menunggu pengumuman SNMPTN ya, semoga lulus….***