Ainur menambahkan, untuk pembelajaran tetap di asrama dengan memperhatikan kondisi sebaran Covid-19.
“Selama ini, penerapan protokol kesehatan pada tatap muka dilakukan secara ketat. Jika ada siswa yang sakit, langsung diisolasi.” jelas Ainur
Namun adakalanya pembelajaran tatap muka dilakukan secara jarak jauh. Selain itu, dengan sistem asrama pantauan terhadap murid lebih mudah dilakukan.
“Siswanya tetap di asrama, sementara pelajaran dilakukan secara PJJ. Guru tidak bertemu dengan siswa. Jadi tidak dikumpulkan dalam kelas. Hal itu sesuai dengan kondisi dan situasi,” paparnya.
Ainur menyebut, mulai tahun ini SMKN Jateng akan dikelola oleh Cabang Dinas Pendidikan sesuai wilayah masing-masing. Hal ini bertujuan agar, komunikasi dan teknis pembiayaan lebih dekat.
Baca Juga: GPH Bhre Cakrahutomo Penerus Tahta Mangkunegaran, Bergelar KGPAA Mangkunegara X
Namun demikian, supervisi dan pembinaan SMKN Jateng tetap dipantau oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah di akun instagramnya @ganjar_pranowo menyatakan SMKN Jateng merupakan ikhtiar untuk meningkatkan sumber daya manusia dan peningkatan ekonomi karena lulusannya bisa langsung kerja di perusahaan-perusahaan ternama yang sudah mengantre untuk merekrut mereka
“Alhamdulillah sejak kita buka tahun 2014, lebih 900 siswa lulus dr SMKN Jateng. Meski menerapkan sistem Boarding School, tidak ada biaya sepersen pun, baik itu biaya hidup maupun kelengkapan belajar. Inilah ikhtiar kita untuk meningkatkan sumber daya manusia sekaligus meningkatkan perekonomian warga. Karena begitu lulus, perusahaan-perusahaan ternama mengantre untuk merekrut mereka.”tulis Ganjar.
Baca Juga: 9 Brand Lokal Indonesia Akan Tampil di Paris Fashion Week 2022. Ariel NOAH Ikut Berperan Serta
Ainur mengatakan pihaknya berharap orang tua calon siswa dapat memanfaatkan kesempatan ini, sebab kebanyakan lulusan SMK Negeri Jateng diminati oleh dunia industri.
“Soft skill lulusannya bagus. Jadi jangan dilewatkan kesempatan ini. Bagi mereka yang berprestasi tapi tidak mampu, bisa memanfaatkan peluang dari kebijakan gubernur ini,” pungkas Ainur.***