TITIKTEMU.CO BANDUNG – Dalam melakukan penilaian terhadap calon mahasiswa dari jalur SNMPTN, Universitas Padjajdaran (Unpad) menggunakan dasar prestasi akademik dan indeks sekolah.
Selain itu, ada parameter penilaian lain yang ditetapkan Unpad. Hal itu dikatan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Padjadjaran Prof. Arief S. Kartasasmita.
Baca Juga: Begini Kisah Nabi Musa Menyuruh Nabi Muhammad Minta Keringanan Shalat Menurut Gus Baha
Baca Juga: 118 Mahasiswa Berprestasi Putra Putri TNI Terima Beasiswa Kementerian BUMN
“Kami menghargai dan menilai prestasi akademik dan indeks sekolah yang sudah diajukan calon mahasiswa Unpad. Data dari LTMPT kemudian diserahkan kepada kami untuk selanjutnya dinilai berdasarkan kebijakan yang ada di Unpad,” ungkap Prof. Arief saat menjadi narasumber dalam gelar wicara virtual “Ayo Kenal Unpad Edisi SNMPTN” baru-baru ini, seperti dilansir TITIKTEMU.CO dari laman Unpad.
Prof. Arief menjelaskan, parameter penilaian yang ditetapkan Unpad antara lain keberpihakan pada persamaan gender, keberpihakan pada daerah tertinggal.
Keberpihakan pada daerah tertinggal tidak hanya mengutamakan pada satu wilayah saja. Seluruh wilayah tertinggal di Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk bisa masuk Unpad.
“Di seluruh Indonesia masih banyak yang tertinggal dari sisi akses terhadap kualitas pendidikan di sekolahnya,” ujarnya.
Parameter selanjutnya adalah keberpihakan terhadap calon mahasiswa asal Jawa Barat. Sebagai perguruan tinggi yang lahir dan berkembang di Tatar Sunda, Unpad memiliki visi untuk memajukan Jawa Barat.
Baca Juga: Isra Miraj : Awalnya Perintah Shalat Tak Hanya Lima Waktu. Begini kisah lengkapnya...
Parameter terakhir, kata Prof. Arief, Unpad akan melihat kesesuaian nilai akademik di data LTMPT dengan program studi yang dipilih. Kesesuaian ini juga akan melihat data prestasi lain yang dapat menunjang prestasi akademik yang ada.
Prof. Arief menjabarkan, Unpad tidak membatasi kuota setiap sekolah dalam jalur SNMPTN. Jumlah peserta yang lolos seleksi murni didasarkan atas data nilai akademik di LTMPT dengan parameter tersebut. “Intinya kami akan nilai seadil mungkin,” tegasnya.
Direktur Eksekutif LTMPT Prof. Budi Prasetyo Widyobroto menjelaskan, seleksi jalur SNMPTN wewenangnya ada di perguruan tinggi masing-masing. Karena itu, setiap perguruan tinggi memiliki kebijakan tersendiri untuk menentukan bagaimana indeks sekolah hingga nilai akademiknya.