Kurikulum Prodi TIL memiliki beban minimal 144 SKS yang ditempuh dalam 8 semester.
Baca Juga: 30 Prodi Soshum UGM – SNMPTN 2022, Jurusan Apa yang Peminatnya Paling Banyak Tahun 2021 lalu?
“Yaitu seperti pengantar teknik lingkungan, teknologi beton, mekanika tanah, sekaligus mata kuliah yang terkait langsung dengan infrastruktur lingkungan yaitu seperti perancangan infrastruktur penyediaan air minum, infrastruktur pengelolaan limbah, infrastruktur penanganan sampah, infrastruktur drainase, dan pengelolaan pencemaran secara umum,” ujar Budi.
Prodi TIL didukung oleh 59 dosen tetap yang memiliki kualifikasi profesor dan doktor.
Tujuh dosen diantaranya, memiliki keahlian khusus di bidang infrastruktur pengendalian pencemaran dan perbaikan kualitas lingkungan.
Sementara 52 dosen lainnya dari berbagai bidang ilmu (sipil, kimia, geografi, mesin, elektro, geologi, geodesi, MIPA) yang mendukung pelaksanaan pembelajaran di Prodi TIL.
“Melihat Prodi Teknik Sipil yang sudah memiliki akreditasi internasional, tentu saja target akreditasi Prodi TIL ke depannya, adalah mendapatkan akreditasi tingkat internasional sehingga harapannya, lulusannya dapat berkiprah tidak hanya pada tingkat nasional, namun juga di tingkat internasional,” jelas Kepala Unit Jaminan Mutu DTS, Ni Nyoman Nepi Marleni, S.T., M.Sc., Ph.D.
Jenjang karir Prodi TIL ini masih cukup luas, mengingat banyaknya isu lingkungan hidup yang belum dapat ditangani dengan maksimal.
Ni Nyoman menjelaskan berdasarkan hasil studi tim internal dengan melihat jumlah prodi yang sejenis saat ini, serta kebutuhan akan tenaga kerja di bidang infrastruktur lingkungan, masih terdapat 80 persen kekosongan tenaga ahli.
Baca Juga: INFO LOKER : Lowongan Pekerjaan di BCA untuk Fresh Graduate, Semua Jurusan, Seluruh Indonesia
Prodi ini sangat cocok bagi calon mahasiswa yang memiliki minat yang tinggi untuk menciptakan lingkungan hidup melalui pembangunan yang sustainable sehingga tercipta kesejahteraan.
Kurikulum TIL ini juga sudah mengakomodasi skema-skema “Merdeka Belajar Kampus Merdeka” (MBKM) dengan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa, untuk belajar keilmuan lintas prodi dalam berbagai bentuk pembelajaran (magang, pertukaran pelajar, kewiraswastaan, penelitian dan proyek kemanusiaan) untuk memperkuat penguasaan ilmu infrastruktur lingkungan.
DTSL juga telah menjaring kerja sama untuk mendukung pelaksanaan konsep MBKM bagi program studi sarjana termasuk Prodi Sarjana TIL dengan berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, BUMN Karya, BUMD, Kementerian PUPR dan berbagai instansi penelitian.
Selain itu, terdapat tawaran beasiswa bagi mahasiswa program studi sarjana yang berasal dari pemerintah dan UGM.