pendidikan

Dosen UGM: “Content Creator Tidak Hasilkan Berita yang Bertujuan untuk Tingkatkan Intelektual Masyarakat”.

Minggu, 12 Desember 2021 | 11:13 WIB
Dr. Ana Nadya Abrar, M.E.S mempresentasikan hasil penelitian (ugm.ac.id)

TITIKTEMU.CO, Yogyakarta – Wartawan itu harus memanusiakan manusia, karena hal itulah, tujuan dari jurnalisme.

Itulah yang ditekankan dosen jurnalisme dari Departemen Ilmu Komunikasi UGM, Dr. Ana Nadhya Abrar, M.E.S. dalam seminar hasil penelitian dosen-dosen Departemen Ilmu Komunikasi UGM, yang disiarkan melalui kanal Youtube Departemen Ilmu Komunikasi UGM pada Kamis (9/12).

Abrar  mengimbau kepada para wartawan untuk senantiasa mengingat tujuan utama dari jurnalisme.

Baca Juga: Persaingan Perebutan Gelar Juara Dunia F1 Dimulai. Max Verstappen Pole Position Diikuti Lewis Hamilton

Tujuan utama jurnalisme, tak lain adalah untuk memanusiakan manusia.

Menurut Abrar, sedikit banyaknya idealisme seorang wartawan, minimal, mereka harus bisa meningkatkan intelektualitas masyarakat.

Dalam tugas-tugas seorang wartawan, seperti mengumpulkan, mengelola informasi, serta menyampaikannya kepada masyarakat, seharusnya berdasar tujuan untuk meningkatkan intelektualitas masyarakat.  

Baca Juga: Bobol Gawang Udinese, Zlatan Ibrahimovic Catatkan 300 Gol di Lima Liga Utama Eropa

“Oleh karena itu, kerja wartawan sebenarnya adalah kerja pikir, mereka sedikit banyaknya membawa misi intelektualitas. Kalaupun sebelumnya sewaktu mencari berita dikategorikan sebagai kerja fisik, tetapi setelah itu, pasti kerja pikir, (yakni) ketika mengumpulkan fakta, memilah fakta, memberikan framing, kemudian mengedit, itu kerja pikir,” jelas Abrar.

Anehnya, hasil penelitian yang dilakukan Abrar dari media lokal di Yogyakarta, justru menunjukkan fakta sebaliknya, yaitu sudah mulai tidak mengindahkan prinsip dasar tersebut.

Baca Juga: Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Pra Nikah Bagi Pasangan Calon Pengantin: Apa itu Suntik TT?

Abrar menambahkan, misalnya nama posisi content creator.

Nama posisi content creator  hanya ada dalam perusahaan itu sendiri, karena ketika dibawa keluar perusahaan, seseorang yang bekerja sebagai content creator tersebut, turut digolongkan sebagai wartawan. 

Abrar menambahkan, content creator tersebut, sejauh ini, tidak menghasilkan berita yang bertujuan untuk meningkatkan intelektual masyarakat.

Halaman:

Tags

Terkini