“Khadijah menikahi Muhammad atas dasar referensi. Ketika dia yakin Muhammad adalah nabi, Khadijah punya cara keyakinan sendiri,” tambahnya.
Lima belas tahun berikutnya alamat kenabian tidak muncul lagi. Baru ketika Muhammad berusia 40 tahun datang wahyu. Khadijah adalah orang pertama mendengar ceritanya.
Ketika Muhammad gemetaran karena wahyu pertamanya di Gua Hira, Khadijah menanyakan kepada Waraqah tentang apa yang menimpa suaminya.
Baca Juga: Ini Keutamaan Membaca Surat Al Kahfi, Jangan Sampai Nggak Baca Ya
Menurut Ibn Ishaq, sejarawan muslim yang pertama pada abad ke-8, Waraqah meyakinkan Khadijah bahwa suaminya akan menjadi nabi.
Kepada Khadijah, Waraqah mengatakan dirinya seperti mendapat jawaban dari apa yang selama ini ia pertanyakan dari manuskrip-manuskrip kuno.
“Bahkan saat mulai menerima wahyu, Muhammad meragukan dirinya sendiri. Tapi Khadijah meyakinkannya,” kata Leila Ahmed, pakar agama Islam di Harvard.
Baca Juga: Ingin Hajat Segera Terkabul? Bacalah Doa Mustajab dalam Surat-surat Al Quran Ini
Sebagian ulama sepakat, Khadijah adalah muslim pertama dalam sejarah Islam. Perempuan itu bahkan percaya jauh sebelum Muhammad menjadi nabi.
“Dari Khadijah Muhammad percaya diri untuk mulai menyebarkan Islam. Sejarah Islam dimulai,” kata Fozia Bora, profesor Sejarah Islam di Universitas Leeds di Inggris.
Muhammad mulai dicemooh dan dikucilkan banyak warga Mekah yang menentang monoteisme. Namun Khadijah selalu memberinya dukungan.
Baca Juga: Ingin Hajat Segera Terkabul? Bacalah Doa Mustajab dalam Surat-surat Al Quran Ini
Khadijah bahkan menggunakan seluruh kekayaannya untuk membiayai penyebaran agama yang baru lahir itu.
Dalam buku “Muhammad: Prophet for Our Time (2006)”, Karen Armstrong menulis tentang peran Khadijah.
“Selama sepuluh tahun pertama kenabian Muhammad,” tulis dia, “ Khadijah adalah teman setia yang selalu mendampinginya.”