Dia mencontohkan penolakannya saat tradisi memintanya untuk menikah dengan sepupunya. Khadijah ingin menjadi orang yang memilih pasangannya.
“Dia terbiasa mandiri,” kata sejarawan dan penulis Bettany Hughes.
Baca Juga: Tidak Semua Muslim Tahu Dahsyatnya 8 Doa Duduk di Antara Dua Sujud
Latar belakangnya sebagai putri seorang pedagang sukses, kemudian mengambil alih dan menjalankan perusahaan sepeninggal ayahnya, Khuwailid.
Jurnal “The Position and Participation of Khadijah in Developing Da'wah in Islam at the First Period” menyebut Khadijah merupakan perempuan pilihan.
Ia dikenal karena sifat luhurnya, berasal dari keturunan terhormat. Parasnya cantik. Ia juga cerdas dan berpikiran terbuka. Ia dijuluki Ath Thahirah yang artinya suci dan mulia.
Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha dalam satu ceramahnya di kanal YouTube menyebut Khadijah menemukan semua tanda kenabian pada diri Muhammad.
“Khadijah lama belajar kepada Waraqah bin Naufal, pengkaji Injil dan manuskrip-manuskrip kuno Nestorian yang sekaligus pamannya,” ujar Gus Baha.
Manuskrip Nestorian ini, lanjut kyai asal Sarang, Rembang, itu, salah satunya meramalkan kedatangan seorang nabi baru.
Baca Juga: Ini 7 Rahasia Istighfar, Mulai dari Ampunan sampai Terbukanya Pintu Rezeki
Dari manuskrip inilah Khadijah menemukan tanda-tanda kenabian Muhammad. Pengetahuan Khadijah melampaui batas umurnya.
“Khadijah menemukan semua alamat kenabian ada pada Muhammad. Dia tahu alam memperlakukan Muhammad dengan istimewa,” kata Gus Baha.
Mereka kemudian menikah. Khadijah 40 tahun, Muhammad 25 tahun. Sejahar Islam sebagai agama terbesar di dunia bermula dari ini.
Baca Juga: Membaca Surat Yasin Setiap Hari, Ini yang Akan Terjadi